MAKKAH - Kepala Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan Budi Sylvana mengatakan, Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) kembali melakukan operasi jamaah haji Indonesia sejak 7 tahun terakhir.
"Setelah tujuh tahun, mulai tahun ini kita mulai lagi lakukan operasi dengan segala keterbatasan tentunya tapi kita sudah mulai coba lagi agar semua jamaah kita sedapat mungkin ditangani di KKHI tidak perlu ke RSAS," kata Budi di KKHI Makkah, Jumat (1/7/2022).
Budi menambahkan, saat ini banyak jamaah haji yang membutuhkan perawatan ekstra seperti pasien penyakit jantung yang mendominasi, sehingga otomatis kebutuhan obat dan peralatan juga semakin meningkat.
Prosedur tetap KKHI tahun ini bahwa seluruh kasus yang sifatnya life saving dilakukan di KKHI kecuali yang membutuhkan terapi lanjutan baru mungkin dikirim ke RS Arab Saudi.
"Karena tenaga dokter ahlinya cukup lengkap, spesialis jantung, ortopedi, bedah, syaraf, anastesi, jiwa, spesialis emergency hampir seluruhnya kita datangkan dari Jakarta," katanya.
Hal ini kata Budi, ssuai dengan harapan pihak DPR dan Kemenag agar seluruh jamaah haji dirawat dokter maupun tenaga kesehatan asal Indonesia. "Mengharapkan agar jamaah ditangani orang Indonesia," ujar Budi.