Kepala Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan Budi Sylvana juga meminta jamaah agar tidak kelelahan jelang puncak haji 2022. "Kita sarankan hindari kelelahan berlebihan karena kalau sudah kelelahan yang berlebihan semua komorbid atau penyakit bawaan akan timbul," katanya.
Di tengah cuaca panas, Budi juga meminta seluruh jamaah perbanyak minum air. Jangan tunggu haus untuk mencegah dehidrasi serta perbanyak istirahat di hotel.
"Kita minta seluruh jamaah haji Indonesia, H-3 sebelum Arafah perbanyak istirahat di penginapan masing-masing agar kesehatan pulih dan siap untuk melaksanakan prosesi ritual Armuzna," katanya.
Sementara itu, Kepala Seksi Bimbingan Ibadah Daerah Kerja Makkah Ansor meminta seluruh jamaah haji untuk fokus mempersiapkan fisik tiga hari menjelang puncak haji. "Jadi tiga hari jelang wukuf di Armuzna itu, kita fokuskan pada persiapan fisik," ujar Ansor.
Tugas pembimbing ibadah selalu mengimbau dan mengingatkan kepada seluruh jamaah agar tidak memaksakan diri melakukan ibadah sunah terutama untuk beribadah ke Masjidil Haram.
Para jamaah haji bisa memanfaatkan mushola atau masjid di sekitar hotel untuk melaksanakan ibadah wajib maupun sunah agar tidak menguras fisik. Apalagi layanan bus shalawat akan berhenti operasi sementara mulai 5 Dzulhijjah.
"Jadi tetap kita sampaikan ke mereka, kesiapan yang fisik itulah yang utama untuk menghadapi puncak haji," katanya.
(Arief Setyadi )