MAKKAH - Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas memakai rompi penurun suhu besutan Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Rompi penurun suhu ini akan diuji coba pada pelaksanaan puncak ibadah haji 2022.
Rompi penurun suhu diperuntukkan bagi jamaah haji Indonesia untuk penanganan kasus untuk heat stroke akibat cuaca panas di Arab Saudi.
Saat uji coba nanti disiapkan sebanyak 30 rompi penurun suhu. 20 rompi untuk jamaah dan 10 rompi untuk petugas haji.
"Kalau bisa diproduksi massal bagus ini. Di dalam kayak ada AC-nya," kata Yaqut saat memakai rompi penurun suhu di Mina, Arab Saudi, Rabu (6/7/2022).
Baca juga: Menag: Tenda di Mina Jauh Lebih Baik dari 2019, AC Lebih Dingin Dulu Desak-desakan
Yaqut mengatakan, saat memakai rompi penurun suhu ini sangat membantu di cuaca panas Arab Saudi. "Ini kayak punya AC di dalam baju enak banget enggak berasa, kita ini enggak berasa kalau di tengah cuaca panas yang luar biasa," katanya.
Saat ini cuaca di Makkah, Arab Saudi mencapai rata-rata 40-46 derajat celcius. Dengan adanya rompi penurun suhu, tidak hanya jamaah yang akan tertolong di tengah cuaca panas, melainkan juga seluruh petugas
"Overall oke. Ini menolong banget di situasi cuaca panas," ujarnya.
Ke depannya, Gus Men sapaan akrab Menag mulai memikirkan produksi massal pada pelaksanaan ibadah haji tahun depan. Namun tentu perlu dibicarakan lebih dalam oleh Kemenkes.
"Menteri haji bilang 7 tahun ke depan masih akan begini (cuaca panas) ya akan pikirkan serius tergantung beliau-beliau (orang Kemenkes), karena Kemenag tak bisa bikin," tukasnya.
Kementerian Kesehatan memanfaatkan teknologi carbon cool yang didesain menjadi set rompi penurun suhu untuk penanganan kasus heat stroke pada jamaah haji di Arafah, Muzdalifah dan Mina (Armuzna).
Cara kerja rompi penurun panas ini ketika ada jamaah yang mengalami heat stroke akan dipakaikan rompi penurun panas tersebut. Pemakaian rompi penurun panas sampai suhu jamaah haji normal lagi di kisaran 37-38 derajat Celsius.