MAKKAH - Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menilai biaya Masyair dalam pelayanan di Arafah, Muzdalifah dan Mina (Mina) yang dikeluarkan pemerintah Indonesia Rp1,46 triliun masih belum sesuai harapan.
"Pelayanan di Masyair, jadi biaya yang kita keluarkan kami merasa ya saya sebagai Amirul Hajj sebagai wakil pemerintah di sini, saya merasa bahwa masih belum seimbang nih," kata Menag di Jeddah, Jumat (14/7/2022).
Menag mengatakan, dengan kenaikan biaya Masyair yang sangat signifikan seharusnya pelayanan yang diberikan harus lebih baik. Menag menyinggung soal kasur di Arafah dan Mina, menu makanan hingga luas tenda.
"Kita pemerintah, jamaah berapapun dibayarkan untuk berangkat haji tidak masalah tetapi apa yang dibayarkan harus sesuai. Kasurnya jangan tipis lah kan bayarnya mahal, itu sekali pakai saja enggak bisa dipakai lagi. Tenda yang masih kurang luas," katanya.
Baca juga: Kuota Jamaah Haji RI 2023, Menag: Insya Allah Lebih Banyak
Catatan-catatan ini sudah disampaikan kepada Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi Tawfiq F Rabiah saat melakukan pertemuan informal belum lama ini. Kedua negara akhirnya sepakat membentuk tim khusus (task force) untuk membahas evaluasi penyelenggaraan haji 2022 serta pembahasan haji 2023 lebih awal.
Baca juga: Menag ke Menteri Haji Saudi: Air Zamzam 5 Liter Kurang
"Saya mengeluh nih, saya bilang begitu bukan jamaah, kalau jamaah semua merasa puas. Saya sampaikan itu kepada menteri haji, yang mengeluh saya, karena dari apa yang kami bayarkan Masyair dan seterusnya itu sayang merasa belum, jadi masih jauh dari ekspektasi saya. Saya bilang begitu ke pak menteri haji dan umrah di sini," katanya.