Advertisement
Advertisement

Angka Jamaah Haji Sakit dan Wafat Naik, Menag Sentil Program KBIHU

Dani Jumadil Akhir , Jurnalis-Sabtu, 16 Juli 2022 |18:07 WIB
Angka Jamaah Haji Sakit dan Wafat Naik, Menag Sentil Program KBIHU
Menag Gus Yaqut (Foto: Humas Kemenag)
A
A
A

JEDDAH - Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas meminta Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) untuk lebih memperhatikan kesehatan jamaah haji. Program yang disusun juga agar disesuaikan dengan tingkat kesehatan jamaah.

Menurut Menag ini penting dilakukan dalam rangka bersama-sama menjaga kondisi kesehatan jamaah. Apalagi, setelah menjalani puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) tidak sedikit jamaah yang mengalami kelelahan. Apalagi kini angka jamaah haji yang sakit dan wafat terus naik pasca-Armuzna.

"Temuan kita, masih banyak jamaah haji yang memaksakan diri melaksanakan ritual sunnah. Termasuk program dari KBIHU itu menurut kami perlu lebih memperhatikan kondisi jamaah," kata Gus Men, panggilan akrabnya usai memimpin rapat evaluasi penyelenggaraan ibadah haji di Jeddah, Sabtu (17/7/2022).

Hadir delegasi Amirul Hajj, Dubes RI di Saudi Abdul Aziz, Konjen RI di Jeddah Eko Hartono, tim pengawas, stafsus Menag, Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Hilman Latief beserta jajarannya, serta Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi.

Baca juga: Jamaah Haji Sakit Dipulangkan Lebih Awal ke Tanah Air, Begini Caranya

"Nanti malam kita akan rapat dengan KBIHU untuk membahas bersama agar dalam mengorganisir jamaah untuk beribadah sunah bisa memperhatikan kondisi jamaah, jangan dipaksakan," sambungnya.

Apalagi, kata Gus Men, ibadah mubah, seperti jalan-jalan, city tour, dan sejenisnya. Hal itu agar dibatasi karena melelahkan.

Baca juga: Data Wafat 55 Orang, Menag Minta Jamaah Haji Jaga Kesehatan

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement