Sementara Sri Syed mengatakan, dalam pertemuan ini saling bertukar pikiran dan pandangan membahas segala hal dalam pelaksanaan ibadah haji 2022. Nantinya, Indonesia dan Malaysia akan bertemu lagi usai ibadah haji 2022 selesai.
"Kita akan bertemu lagi untuk melihat bagaimana kita boleh bekerja sama dari segi peningkatan lagi perkhidmatan-perkhidmatan kepada para jamaah haji kita dan juga dari segi aspek kesehatan, aspek bimbingan ibadah haji dan juga yang penting yang sekarang ini menjadi satu yang perlu kita memberi tangani dengan baik yaitu dari segi kenaikan cost haji itu sendiri," katanya.
Sri Syed menekankan kenaikan biaya haji ini. Jangan sampai kenaikan biaya haji dibebankan kepada jamaah haji.
"Insyaallah kita telah bersetuju untuk berjumpa lagi untuk kita membincangkan dengan lebih mendalam bagaimana menangani kenaikan cost ini dan supaya tidak membebankan para jamaah haji kita pada tahun-tahun yang akan datang," katanya.
Baca juga: Mengintip Pabrik Air Zamzam di Makkah, Jamaah Haji RI Bakal Kaget Ketahui Rahasia Ini
Indonesia dan Malaysia sepakat kenaikan biaya Masyair memang membuat pelayanan haji 2022 lebih baik tetapi hal tersebut harus diteliti lebih lanjut lagi
"Walau bagaimanapun kami merasakan kita perlu meneliti dengan lebih terperinci berkenaan dengan bayaran yang telah pun kita buat. Di manakah cost itu sebenarnya," ujar Sri Syed.
Diakui Sri Syed, persiapan pelaksanaan ibadah haji tahun ini cukup mempet. Diharapkan pada tahun depan, pembahasan haji bisa lebih awal lagi sehingga dapat membahas kenaikan biaya haji.
"Mungkin pada tahun apabila kita ada masa yang lebih panjang boleh berbincang dengan lebih terperinci apakah yang harus diberi dalam perkhidmatan yang kita bayar itu nanti," katanya.
(Fakhrizal Fakhri )