MAKKAH - Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Hilman Latief mengatakan, biaya haji setiap tahunnya akan naik. Meski demikian, dirinya tidak kenaikan biaya haji memberatkan jamaah haji Indonesia.
Hal ini disampaikan Hilman saat Misi Haji Indonesia menerima kedatangan Tim Tabung Haji Malaysia yang dipimpin Dato' Sri Syed Saleh Syed Abdul Rahman.
"Kita tahu biaya haji itu pasti naik tapi kita tidak ingin terlalu memberatkan jamaah," kata Hilman di Makkah, Kamis (21/7/2022).
Hilman menjelaskan bahwa pertemuan kedua pihak ini juga menjadi forum evaluasi terkait kenaikan biaya Masyair (Arafah, Muzdalifah, dan Mina).
Sebelumnya, biaya Masyair sekitar 1.800 Riyal. Tahun ini naik signifikan menjadi 5.656 Riyal. Kenaikan ini diberlakukan ke negara-negara pengirim jemaah haji, termasuk Indonesia dan Malaysia.
Baca juga: Masa Tunggu Haji Malaysia 148 Tahun tapi Dapat 'Bonus' dari Uang Rp300 Triliun
"Kita juga ingin biaya itu sepadan dan yang paling penting kita sepakat tidak ingin terlalu memberatkan jamaah," katanya.
Indonesia dan Malaysia juga berbicara tentang pendanaan haji jangka panjang imbas kenaikan biaya Masyair yang ditetapkan Arab Saudi.
Baca juga: RI-Malaysia Bahas Kenaikan Biaya Haji, Tak Ingin Dibebankan ke Jamaah
"Karena peningkatan ini apakah mungkin turun lagi ataukah tidak," ujar Hilman.
Untuk itu, kata Hilman, kedua pihak sepakat untuk bisa masuk secara lebih detail dalam membahas bujet yang ditetapkan, keperluan untuk apa saja.
"Kita bangun fairness untuk jemaah, petugas, dan penyelenggara di Arab Saudi," harapnya.