Yaqub yang berangkat bersama istrinya ini juga memanfaatkan uang saku untuk keperluan tambahan beli oleh-oleh keluarganya di kampung.
“Selain buat bayar dam, sama qurban, juga kita manfaatkan buat oleh-oleh saat kembali ke rumah,” kata Yaqub.
Jamaah asal Majalengka Jawa Barat bernama Uhat Suhatma juga punya cerita yang sama. Pengembalian uang saku tersebut dimanfaatkan untuk keperluan bayar dam dan berqurban saat di Makkah.
Hal senada disampaikan Huda Arifin. Jamaah haji asal Jakarta Timur ini mengaku bahwa uang tersebut dibuat beli kambing untuk beribadah qurban dan bayar denda (dam). Sebab, dia bersama istrinya Rach Alida Bahaweres malakukan haji tamattu.
“600 riyal untuk dam haji tamattu. 700 riyal untuk berqurban untuk seekor, kebetulan aku sama istriku berkurban kemarin,” ujarnya.
Aslam, jamaah asal Pati Jawa Tengah juga memanfaatkan hal yang sama. Dia dan istrinya menggunakan uang saku Rp6 juta untuk keperluan bayar dam dan dan berqurban. Bahkan menurut jamaah yang mempunyai usaha sate kambing ini uang sakunya masih sisa.
“Aku bayar kurban limangatus (500-red), wedus limangatus, bayar dam wolongatus. Jadi iseh sisa rongatus,” katanya dengan bahasa Jawa.
Baca juga: Top! Jamaah Haji Ini Paling Tertib, Patuh Aturan Larangan Bawa Air Zamzam di Koper Bagasi
(Fakhrizal Fakhri )