Share

Ini Alasan Kenapa Rasulullah Melarang Anak-Anak Keluar saat Maghrib

Hantoro, Jurnalis · Rabu 18 Januari 2023 10:18 WIB
https: img.okezone.com content 2023 01 18 330 2748403 ini-alasan-kenapa-rasulullah-melarang-anak-anak-keluar-saat-maghrib-V27wIJOxiC.jpg Ilustrasi alasan kenapa Rasulullah melarang anak-anak keluar saat maghrib. (Foto: Freepik)

INI alasan kenapa Rasulullah melarang anak-anak keluar saat maghrib. Orangtua selalu mengingatkan atau meminta anak-anaknya agar tidak ke luar rumah saat waktu maghrib hingga menjelang isya.

Ketika maghrib tiba maka keburukan waktu malam pun datang sehingga anak-anak perlu dilindungi. Kejahatan makhluk dan keburukan pada waktu malam memang patut diketahui sehingga paham apa yang harus dilakukan.

BACA JUGA:Niat Sholat Maghrib Sendiri Lengkap Tata Cara hingga Doa Setelahnya 

Dalam gelap malam maghrib ada kejahatan maka jagalah anak-anak. Ingat, setan menyebar pada malam hari. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam riwayat dari Jabir bin 'Abdillah radhiyallahu ‘anhuma, dia berkata bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam bersabda:

"Apabila datang gelap malam (sore hari), maka halangilah anak-anakmu dari keluar rumah karena setan ketika itu berkeliaran. Jika telah berlalu sesaat dari waktu malam (waktu isya), maka lepaskanlah mereka lagi. Hendaklah kalian menutup pintu dan berdzikir kepada Allah karena sesungguhnya setan tidak dapat membuka pintu yang tertutup." (HR Bukhari dan Muslim)

Dalam laman Rumaysho, dai muda asal Yogyakarta Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal M.Sc menjelaskan pada Surat Al Falaq disebutkan bahwa umat manusia berlindung dari kejahatan makhluk. Ini seperti disebutkan Jalaluddin Al Mahalli:

"(Dari kejahatan makhluk-Nya), yaitu dari kejahatan makhluk hidup yang berakal dan yang tidak berakal, serta dari kejahatan benda mati seperti racun dan sebagainya."

BACA JUGA:Tata Cara Sholat Jamak Takhir Maghrib dan Isya, Lengkap Syarat Sahnya 

Dapat ditarik kesimpulan bahwa kejahatan makhluk bisa jadi berasal dari: (1) Manusia dan jin yang mukallaf (dibebankan syariat), (2) Hewan yang tidak dibebankan syariat, (3) Benda mati seperti racun yang bisa memberi dampak bahaya.

Secara umum, ayat ini berarti mengimbau umat manusia harus meminta perlindungan kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala dari segala keburukan makhluk. Namun, hal ini bukan berarti semua makhluk jelek. Ada juga makhluk yang tidak memiliki keburukan. Ada para malaikat dan para nabi yang hanya memiliki kebaikan. 

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Follow Berita Okezone di Google News

Bisa dikatakan bahwa meminta perlindungan di sini adalah dari keburukan makhluk yang bisa bertindak buruk. Ini berlaku untuk segala kejelekan di dunia dan akhirat.

Misalnya dari hal keburukan manusia dan jin, keburukan hewan buas dan binatang pengganggu, kejelekan api, atau kejelekan dari cuaca.

Khalwah binti Hakim As-Sulamiyyah radhiyallahu ‘anha berkata bahwa dia pernah mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

"Barang siapa yang singgah di suatu tempat lantas dia mengucapkan A'udzu bi kalimaatillahit taammaati min syarri maa kholaq (Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah Yang Maha Sempurna dari kejahatan setiap makhluk), maka tidak ada sama sekali yang dapat memudaratkannya sampai dia berpindah dari tempat tersebut." (HR Muslim)

Setelah menyebutkan kejahatan atau kejelekan secara umum pada ayat "Min syarri maa kholaq", kemudian disebutkan rinciannya pada ayat selanjutnya, yaitu: Ghasiq (kegelapan malam), an-naffaatsaat (sihir), al-haasid (orang yang hasad). Karena ketiga hal ini kejelekannya amat berbahaya.

Syaikh Musthafa Al 'Adawi hafizhahullah berkata, "Begitu pula binatang pengganggu, hewan buas, akan keluar dari tempat tinggalnya pada malam hari. Yang ingin berbuat buruk dan jahat keluar juga ketika datang malam." (At-Tashiil li Ta’wil At-Tanziil Juz ‘Amma fii Sual wa Jawab)

Wallahu a'lam bisshawab

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini