Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Apakah Boleh Berpuasa Setelah Malam Nisfu Syaban? Ini Jawabannya

Asthesia Dhea Cantika , Jurnalis-Rabu, 01 Maret 2023 |10:14 WIB
Apakah Boleh Berpuasa Setelah Malam Nisfu Syaban? Ini Jawabannya
Ilustrasi (Foto: Freepik)
A
A
A

APAKAH boleh berpuasa setelah malam Nisfu Syaban? Awal bulan Syaban 1444 Hijriah bertepatan dengan tanggal 22 Februari 2023 Masehi.

Di bulan yang penuh keistimewaan ini, Allah Subhanahu wa Ta'ala membuka pintu-pintu kebaikan dan menurunkan berkah. Ada satu malam yang sangat istimewa di bulan ini, yakni malam Nisfu Syaban.

Di malam ke-15 ini akan dibukakannya 300 pintu rahmat dan ampunan untuk makhluk Allah Subhanahu WA Ta'ala yang beriman. Tak heran banyak umat Islam yang berlomba-lomba untuk menunaikan ibadah, doa, dan istighfar di malam ini.

Setelah malam Nisfu Syaban berakhir maka menjadi pertanda bulan Syaban akan pergi dan berganti dengan bulan Ramadhan. Setelah malam istimewa ini masih saja ada perdebatan terkait hukum puasa.

Adapun penjelasan terkait masalah tersebut sebagai berikut ini.

Ada satu hadits yang melarang puasa setelah nisfu Sya’ban, dan dalam riwayat Imam Bukhari, Nabi juga melarang puasa dua atau tiga hari sebelum Ramadhan.

Dalam Fiqhul Islami wa Adillatuhu, Syekh Wahbab al-Zuhaili menjelaskan sebagai berikut:

قال الشافعية: يحرم صوم النصف الأخير من شعبان الذي منه يوم الشك، إلا لورد بأن اعتاد صوم الدهر أو صوم يوم وفطر يوم أو صوم يوم معين كالا ثنين فصادف ما بعد النصف أو نذر مستقر في ذمته أو قضاء لنفل أو فرض، أو كفارة، أو وصل صوم ما بعد النصف بما قبله ولو بيوم النص. ودليلهم حديث: إذا انتصف شعبان فلا تصوموا، ولم يأخذبه الحنابلة وغيرهم لضعف الحديث في رأي أحمد

Artinya: Ulama mazhab Syafii mengatakan, puasa setelah nisfu Sya’ban diharamkan karena termasuk hari syak, kecuali ada sebab tertentu, seperti orang yang sudah terbiasa melakukan puasa dahar, puasa Daud, puasa Senin-Kamis, puasa nadzar, puasa qadha, baik wajib ataupun sunah, puasa kafarah, dan melakukan puasa setelah nisfu Sya’ban dengan syarat sudah puasa sebelumnya, meskipun satu hari nisfu Sya’ban.

Dalil mereka adalah hadits yang berbunyi:

Apabila telah melewati Nisfu Syaban janganlah kalian puasa.

Hadits ini tidak digunakan oleh ulama mazhab Hanbali dan selainnya lantaran menurut Imam Ahmad dhaif.

Ulama melarang puasa setelah Nisfu Syaban disebabkan pada hari itu dianggap hari syak (ragu), karena sebentar lagi bulan Ramadhan tiba. Dikhawatirkan, orang yang puasa setelah Nisfu Syaban tidak sadar jika ia sudah berada di bulan Ramadhan.

Selain itu, ada juga ulama yang mengatakan, puasa setelah Nisfu Syaban dilarang agar umat Muslim bisa menyiapkan tenaga dan kekuatan untuk puasa di bulan Ramadhan.

Meskipun dilarang, ulama dari mazhab Syafi'i pun tetap membolehkan puasa sunah bagi orang yang sudah terbiasa mengerjakannya. Seperti puasa Senin dan Kamis, puasa ayyamul bidh, puasa nadzar, dan puasa qadha.

Sementara itu, menurut ulama lain, khususnya selain mazhab Syafi'i, hadits di atas dianggap lemah dan termasuk hadits munkar, sebab ada perawi haditsnya yang bermasalah. Dengan begitu, sebagian ulama tidak melarang puasa setelah Nisfu Syaban selama ia mengetahui kapan masuknya awal Ramadhan.

Meski ada perbedaan pendapat, para ulama sepakat akan kebolehan puasa sunah bagi orang yang sudah terbiasa melakukannya.

Itulah penjelasan terkait puasa sunah setelah malam Nisfu Syaban. Wallahu a'lam bisshawab.

(RIN)

 

(Rani Hardjanti)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement