JAKARTA - Kementerian Agama (Kemenag) telah memberikan porsi lebih kepada calon jamaah haji lansia di tahun 2023. Diketahui, dari 221 calon jamaah haji jumlah lansia berkisar 62.879 orang.
Hal itu diutarakan, Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Hilman Latief saat membuka Bimbingan Teknis Tugas dan Fungsi bagi Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, di Asrama Haji Pondok Gede.
"Kita sudah 3 tahun tidak bisa memberangkatkan secara maksimal dari jumlah kuotanya. Seperti dua tahun tidak berangkat sedangkan tahun lalu dibatasi usia,” ujarnya dikutip, Sabtu (8/4/2023).
“Otomatis mereka berangkat tahun ini sejingga jumlahnya cukup signifikan. Dengan usia tertua 105 tahun,"sambungnya.
Dalam acara yg dihadiri jajaran Eselon II Ditjen PHU serta lebih dari 1.200 petugas haji, Hilman menyebutkan Indonesia kembali memberangkatkan jemaah dalam kuota normal pasca pandemi Covid-19. Total ada 221.000 jemaah, terdiri atas 203.320 jamaah haji reguler dan 17.680 jamaah haji khusus.
"Kami ingin melayani dengan baik. Kita berharap jemaah lansia yang istitoah, yang masih bisa mandiri bisa melaksanakan ibadah dengan baik tentu dengan adanya keterbatasan masih bisa kita bantu keterbatasannya. Kami ingin memberikan kemudahan," jelas Hilman.
Namun kata dia, untuk lansia ini akan dilakukan verifikasi dan cek kesehatan oleh tim dokter Kemenkes. Nanti Kemenkeas akan memberi rekomendasi apakah calon haji bisa berangkat tahun ini tanpa syarat, bisa berangkat dengan syarat tertentu atau tidak layak berangkat.
"Kepada petugas atau pebimbimbing juga kami minta untuk bisa melihat kondisi jamaah lansia. Mulai soal teknis ibadah, sampai bagaimana mereka naik bus agar ditempatkan dengan baik atau saat naik lift dan lain lain,"ujar Guru Besar Universitas Muhammadiyah Yogyakarta itu.