Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Semarakkan Ramadan 1447 H, Kemenag Siapkan 20 Program Keagamaan dan Solidaritas Umat Islam

Binti Mufarida , Jurnalis-Selasa, 10 Februari 2026 |20:33 WIB
Semarakkan Ramadan 1447 H, Kemenag Siapkan 20 Program Keagamaan dan Solidaritas Umat Islam
Kemenag RI meluncurkan program Joyful Ramadan di Ramadan 1447 H.
A
A
A

JAKARTA – Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam menyiapkan 20 program nasional dalam rangkaian Joyful Ramadan Mubarak 1447 H/2026 M. Program ini dirancang untuk memperkuat layanan keagamaan sekaligus menumbuhkan solidaritas sosial umat selama bulan suci Ramadan.

Direktur Jenderal Bimas Islam, Abu Rokhmad, mengatakan Joyful Ramadan merupakan ikhtiar menghadirkan Ramadan yang tidak hanya khusyuk secara spiritual, tetapi juga produktif secara sosial dan berdampak nyata bagi masyarakat. Negara, kata dia, hadir melalui layanan keagamaan yang humanis, inklusif, dan responsif terhadap kebutuhan umat.

“Ramadan bukan sekadar ritual individual, tetapi momentum transformasi spiritual, sosial, dan kebangsaan. Karena itu, Bimas Islam menyiapkan sekitar 20 program yang dilaksanakan secara nasional agar Ramadan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh umat,” ujar Abu pada konferensi pers Joyful Ramadan di Jakarta, Selasa (10/2/2026).

Ia menjelaskan, seluruh program Joyful Ramadan disusun dengan tiga fokus utama. Pertama, penguatan layanan keagamaan, antara lain melalui optimalisasi peran masjid sebagai pusat ibadah dan pemberdayaan, KUA sebagai simpul pembinaan keluarga sakinah, serta penyuluh agama sebagai agen literasi keislaman di tengah masyarakat.

 

Menurut Abu, penguatan layanan tersebut diwujudkan melalui bimbingan ibadah, konsultasi keluarga, edukasi zakat dan wakaf, serta pendampingan keagamaan yang mudah diakses selama Ramadan. Layanan ini diharapkan menjangkau masyarakat hingga tingkat akar rumput.

Fokus kedua adalah literasi keislaman yang mencerahkan melalui dakwah yang ramah, moderat, dan menyejukkan. Materi dakwah Ramadan diarahkan pada isu keluarga, ekonomi umat, dan kebangsaan, dengan penguatan konten digital agar pesan keagamaan tersampaikan secara relevan dan konstruktif.

“Kami ingin memastikan narasi keagamaan selama Ramadan menghadirkan ketenangan, optimisme, dan semangat kebersamaan. Dakwah harus edukatif, solutif, dan memperkuat harmoni sosial,” kata Abu.

Fokus ketiga, lanjut dia, adalah pemberdayaan sosial ekonomi umat melalui optimalisasi zakat, infak, sedekah, dan wakaf. Program seperti Indonesia Berdaya Ramadan, TerasZAWA, Indonesia Berzakat, bazar Ramadan, serta dukungan UMKM masjid diarahkan untuk memperkuat filantropi produktif.

Abu menuturkan, sejumlah program unggulan telah dan akan digelar, mulai dari Tarhib Ramadan, Bersih-Bersih Masjid (BBM) serentak nasional, Indonesia Berdaya Ramadan, hingga Ekspedisi Masjid Indonesia dan Masjid Ramah Pemudik menjelang Idulfitri.

 

Selain itu, Joyful Ramadan juga memberi perhatian besar pada generasi muda dan keluarga. Program seperti Future Leaders of Masjid, Qari Goes to Campus, Halal Goes to Campus, Sakinah Fun Walk, serta KUA Move for Sakinah Maslahat dirancang untuk mendekatkan Gen Z dan keluarga muda dengan masjid dan layanan keagamaan.

“Masjid harus menjadi ruang yang ramah dan relevan bagi generasi muda. Melalui berbagai program ini, kami ingin menyiapkan calon pemimpin masjid sekaligus menanamkan nilai keislaman yang moderat dan berdaya,” ujarnya.

Joyful Ramadan juga mencakup agenda edukatif dan kebangsaan, seperti Hilal Observation Coaching dan Sidang Isbat Penetapan Awal Ramadan, Peringatan Nuzulul Quran Tingkat Kenegaraan, Salat Tarawih Keliling lintas kementerian, hingga Takbir Akbar dan Salat Idulfitri di Masjid Istiqlal.

Tak hanya di pusat, Abu Rokhmad mengungkapkan, seluruh rangkaian Joyful Ramadan dilaksanakan secara terkoordinasi hingga daerah, termasuk di wilayah perbatasan dan 3T melalui program Dai di Tapal Batas Negeri, serta di Ibu Kota Nusantara melalui Semesta Ramadan IKN.

 

Ia berharap, Joyful Ramadan Mubarak mampu memberi dampak berlapis, mulai dari peningkatan kualitas ibadah dan akhlak, penguatan solidaritas sosial dan ketahanan keluarga, hingga penguatan harmoni dan moderasi kehidupan berbangsa.

“Melalui Joyful Ramadan, Kementerian Agama ingin menghadirkan Ramadan yang menggembirakan, bermakna, dan berdampak. Negara hadir untuk melayani, membersamai, dan menguatkan umat dalam menjalani ibadah dengan tenang dan penuh harapan,” pungkas Abu.

(Rahman Asmardika)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement