Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Cegah Keracunan, PPIH Wajibkan Test Food Ketat untuk Katering Haji di Makkah

Nur Wijaya Kesuma , Jurnalis-Kamis, 30 April 2026 |14:35 WIB
Cegah Keracunan, PPIH Wajibkan Test Food Ketat untuk Katering Haji di Makkah
Dapur Ahlazat di wilayah Misfalah (foto: Okezone)
A
A
A

MAKKAH – Otoritas Daerah Kerja (Daker) Makkah menerapkan standar operasional prosedur (SOP) superketat bagi seluruh perusahaan penyedia katering jemaah haji. Langkah ini diambil sebagai mitigasi untuk mencegah risiko kesehatan akibat kelalaian dalam distribusi logistik makanan.

Pengawasan berlapis ini mulai diintensifkan menjelang pendaratan 12 kloter perdana jemaah haji dari Madinah pada Kamis (30/4/2026). PPIH Daker Makkah mewajibkan proses pengujian sampel makanan sebelum armada katering diperbolehkan mendistribusikannya ke pemukiman jemaah.

Pengecekan sampel harian tersebut dilakukan oleh Seksi Konsumsi Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi. Pemeriksaan difokuskan pada uji kualitas rasa, tingkat kematangan, dan higienitas menu Nusantara yang disajikan.

"Jadi dalam SOP-nya, setiap kali pihak dapur menyediakan atau memasak makanan, nantinya ada sampel yang diserahkan ke kantor Daker," ungkap Kepala Daker Makkah, Ihsan Faisal.

Ihsan menegaskan, bahwa filter kualitas ini tidak memberikan toleransi bagi penyedia katering yang tidak memenuhi standar. Salah satu dapur yang telah lolos inspeksi adalah Dapur Ahlazat di wilayah Misfalah.

 

Fasilitas logistik berskala besar ini mampu memproduksi 6.150 porsi makanan dalam satu kali sesi operasional memasak. Kapasitas tersebut disiapkan untuk melayani jatah makan pagi, siang, dan malam secara konsisten.

Dengan jaminan mutu dari Daker Makkah, jemaah beserta keluarganya di Tanah Air tidak perlu mengkhawatirkan keamanan konsumsi. Makanan yang diterima di kamar hotel dipastikan aman, sehat, dan memadai secara takaran nutrisi.

"Takaran atau gramasi dalam konsumsi itu insya Allah sudah sesuai dengan kebutuhan gizi, memenuhi standar minimal kebutuhan jemaah," pungkasnya.

(Awaludin)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement