Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Satu Jemaah Haji dari Embarkasi Kertajati Meninggal Dunia

Achmad Al Fiqri , Jurnalis-Senin, 04 Mei 2026 |07:37 WIB
Satu Jemaah Haji dari Embarkasi Kertajati Meninggal Dunia
Jamaah Haji Indonesia (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) melaporkan satu jemaah haji Indonesia berinisial SMP (73) dari Embarkasi Kertajati, kloter KJT-14, wafat pada Minggu 3 Mei 2026.

SMP meninggal dunia setelah mengalami penurunan kesadaran saat mengurus administrasi keimigrasian di bandara.

Kepala Daerah Kerja Bandara, Abdul Basir, mengatakan petugas telah melakukan penanganan awal dan merujuk jemaah tersebut ke klinik bandara untuk mendapatkan pemeriksaan medis.

“Jemaah berinisial SMP, usia 73 tahun, dari Embarkasi Kertajati KJT-14, sempat mengalami penurunan kesadaran saat proses imigrasi di bandara. Begitu diketahui kondisinya menurun, petugas langsung melakukan penanganan dan jemaah dibawa ke klinik bandara,” ujar Abdul Basir, Senin (4/5/2026).

Setelah mendapat penanganan di klinik bandara, jemaah tersebut kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Mouwasat Madinah untuk mendapatkan perawatan lanjutan. Namun, jemaah dinyatakan wafat setelah menjalani proses rujukan dan penanganan medis.

“Dari klinik bandara, jemaah kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Mouwasat Madinah untuk penanganan lebih lanjut. Namun, berdasarkan informasi yang kami terima, jemaah tersebut kemudian dinyatakan wafat,” jelasnya.

 

Dari data awal, tidak ditemukan catatan khusus terkait riwayat penyakit jemaah tersebut. Secara dokumen keberangkatan, jemaah juga telah memenuhi ketentuan istithaah kesehatan dan dinyatakan layak berangkat haji tahun ini.

“Berdasarkan data yang ada, tidak ditemukan catatan khusus ataupun riwayat penyakit tertentu. Dari sisi status istithaah, almarhum masuk dalam kategori memenuhi syarat untuk berangkat haji tahun ini,” katanya.

“Walaupun jemaah sudah memenuhi syarat istithaah, kondisi di lapangan tetap harus terus dipantau. Perjalanan panjang, kelelahan, dan proses kedatangan bisa memengaruhi kondisi fisik jemaah. Karena itu, petugas harus selalu siap melakukan penanganan cepat,” lanjut Abdul Basir.

Ia menyampaikan bahwa setiap peristiwa kedukaan di tengah operasional kedatangan jemaah menjadi pengingat pentingnya kehadiran petugas dalam situasi rentan.

Abdul Basir juga menyampaikan duka cita atas wafatnya jemaah tersebut. Ia berharap almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan.

“Atas nama petugas haji Daerah Kerja Bandara, kami menyampaikan duka cita yang mendalam. Semoga almarhum husnul khatimah, diterima amal ibadahnya, dan keluarga yang mendampingi diberikan kekuatan serta ketabahan,” tuturnya.

Ia menambahkan, almarhum telah dimakamkan di Jannatul Baqi pada pagi hari. Untuk jemaah yang wafat sebelum menyelesaikan rangkaian ibadah haji, pemerintah akan memfasilitasi pelaksanaan badal haji sesuai ketentuan.

(Awaludin)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement