Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

MTQ Nasional XXXI Dimulai, Menag: Jadikan Al-Qur’an sebagai Living Quran

Binti Mufarida , Jurnalis-Jum'at, 11 September 2026 |17:48 WIB
MTQ Nasional XXXI Dimulai, Menag: Jadikan Al-Qur’an sebagai Living Quran
Menteri Agama Nasaruddin Umar.
A
A
A

JAKARTA — Penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 di Kota Semarang, Jawa Tengah, diharapkan tidak berhenti sekadar sebagai ajang kompetisi. Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar berharap MTQ ini menjadi momentum untuk menjadikan Al-Qur’an sebagai living Quran, yakni membumikan nilai-nilai kitab suci agar hidup dalam sikap dan perilaku sehari-hari masyarakat.

Menurut Menag, membaca dan menghafal Al-Qur’an merupakan bagian dari proses mendekatkan diri kepada kitab suci. Tantangan berikutnya adalah menerjemahkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan nyata, di mana Al-Qur’an harus hadir dalam cara manusia bersikap, menyelesaikan persoalan, dan membangun hubungan dengan sesama.

“Jadi ada beberapa kategori, ada yang dekat dengan Al-Qur’an, ada yang melekat dengan Al-Qur’an, dan ada yang menjadi living Quran (being the Quran), ibaratnya sudah seperti Qur’an berjalan,” ujar Menag di Jakarta, Jumat (11/9/2026).

Menag menegaskan, semangat MTQ bukan hanya melahirkan qari, qariah, hafiz, dan hafizah berprestasi. Lebih dari itu, MTQ harus mendorong lahirnya pribadi yang mampu menghadirkan Al-Qur’an dalam kehidupan bermasyarakat.

“Jadilah sebagai penjernih, bukan pengeruh, jadilah penghubung, bukan pemisah, jadilah moderator, bukan provokator, jadilah problem solver, bukan problemator, jadilah penyuluh, bukan perusuh,” tegasnya.

Karena itu, keberhasilan MTQ tidak cukup diukur dari siapa yang meraih juara. Para peserta diharapkan membawa semangat dan nilai Al-Qur’an setelah kembali ke lingkungan masing-masing. Prestasi di arena musabaqah harus berlanjut menjadi keteladanan di tengah masyarakat.

MTQ Nasional XXXI berlangsung pada 11–20 September 2026. Gelaran ini mengusung tema “Menebar Cahaya Al-Qur’an dalam Harmoni Menuju Indonesia Emas yang Berkeadaban.”

Semangat living Quran juga tercermin dalam penyelenggaraan MTQ yang semakin inklusif. Tahun ini, penyandang disabilitas mendapat ruang luas untuk berpartisipasi dalam syiar Al-Qur’an melalui penyelenggaraan ekshibisi bagi Teman Tuli serta Golongan Tilawah Disabilitas Netra putra dan putri.

 

Ekshibisi Teman Tuli dijadwalkan berlangsung pada 14–16 September 2026. Sebanyak 28 peserta dari 14 komunitas Tuli Muslim di berbagai daerah di Indonesia ambil bagian untuk mengikuti golongan Tilawah berupa membaca Al-Qur’an dengan bahasa isyarat dan golongan Kitabah berupa menulis Al-Qur’an Isyarat.

Kementerian Agama juga memperkenalkan Mushaf Al-Qur’an Isyarat dalam momentum MTQ Nasional XXXI. Kehadirannya menjadi bagian dari upaya memperluas akses Teman Tuli untuk membaca, mempelajari, dan memahami Al-Qur’an.

Bagi Menag, syiar Al-Qur’an harus dapat dirasakan seluruh anak bangsa tanpa terkecuali. Nilai Al-Qur’an harus hadir sebagai kekuatan yang menyatukan, memberi kemaslahatan, dan menjawab persoalan kehidupan.

“Semangat yang kita hadirkan melalui MTQ ini adalah syiar Al-Qur’an yang merangkul semua, dan menghadirkan kemaslahatan bagi semua,” ujarnya.

Dengan demikian, MTQ Nasional XXXI diharapkan tidak sekadar menghasilkan para juara, melainkan menjadi ruang untuk menumbuhkan manusia yang membaca, memahami, serta menghidupkan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

(Rahman Asmardika)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement