Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sunnah Jumat yang Sering Terlewat, Sudahkah Anda Mengamalkannya?

Muhammad Fadhil Mubarok , Jurnalis-Jum'at, 23 Oktober 2026 |08:05 WIB
Sunnah Jumat yang Sering Terlewat, Sudahkah Anda Mengamalkannya?
llustrasi.
A
A
A

JAKARTA - Hari Jumat memiliki kedudukan istimewa dalam Islam. Rasulullah SAW menyebutnya sebagai sayyidul ayyam atau penghulu segala hari. Pada hari Jumat, kaum Muslimin berkumpul menunaikan salat Jumat, sekaligus dianjurkan memperbanyak doa, selawat, dan sedekah. Keutamaannya bahkan diabadikan dalam Al-Qur’an melalui Surah Al-Jumu’ah.

يٰۤاَيُّهَا الَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡۤا اِذَا نُوۡدِىَ لِلصَّلٰوةِ مِنۡ يَّوۡمِ الۡجُمُعَةِ فَاسۡعَوۡا اِلٰى ذِكۡرِ اللّٰهِ وَذَرُوا الۡبَيۡعَ​ ؕ ذٰ لِكُمۡ خَيۡرٌ لَّـكُمۡ اِنۡ كُنۡتُمۡ تَعۡلَمُوۡنَ‏ ٩

Wahai orang-orang yang beriman! Apabila telah diseru untuk melaksanakan salat pada hari Jumat, maka segeralah kamu mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.

Jumat juga menjadi hari penuh peluang meraih pahala dan ampunan, sebab terdapat waktu mustajab saat doa tidak tertolak.

Sejumlah amalan sunah dianjurkan untuk menghidupkannya, mulai dari membaca Surah Al-Kahfi, memperbanyak zikir, hingga mandi dan mengenakan pakaian terbaik sebelum ke masjid. Sayang bila kesempatan emas setiap pekan ini dilewatkan begitu saja. Berikut sunah-sunah pada hari Jumat yang bisa diamalkan, simak selengkapnya.

Mandi Jumat, Sunah yang Dianjurkan Sebelum Berangkat ke Masjid

Mandi setelah fajar atau ghusl Jumat menjadi salah satu sunah yang dianjurkan bagi kaum Muslimin sebelum menunaikan salat Jumat. Amalan ini mencerminkan kesungguhan umat Islam dalam menyambut hari yang disebut Rasulullah SAW sebagai penghulu segala hari, sekaligus bentuk penghormatan dengan hadir ke masjid dalam keadaan bersih dan segar.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, Nabi SAW bersabda:

مَنِ اغْتَسَلَ ثُمَّ أَتَى الْجُمُعَةَ فَصَلَّى مَا قُدِّرَ لَهُ ثُمَّ أَنْصَتَ حَتَّى يَفْرُغَ مِنْ خُطْبَتِهِ ثُمَّ يُصَلِّىَ مَعَهُ غُفِرَ لَهُ مَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْجُمُعَةِ الأُخْرَى وَفَضْلَ ثَلاَثَةِ أَيَّامٍ

“Barang siapa yang mandi kemudian mendatangi Jumat, lalu ia salat semampunya dan diam mendengarkan khutbah hingga selesai, kemudian salat bersama imam, maka diampuni dosa-dosanya antara Jumat itu dan Jumat berikutnya, ditambah tiga hari.” (HR. Muslim No. 857).

 

Berangkat Lebih Pagi ke Masjid, Sunah Jumat dengan Keutamaan Berlipat

Berangkat lebih awal ke masjid menjadi salah satu sunah Jumat yang sangat dianjurkan bagi kaum Muslimin. Rasulullah ﷺ menjelaskan dalam hadisnya bahwa orang yang datang paling awal untuk salat Jumat akan memperoleh ganjaran yang lebih besar dibandingkan mereka yang datang belakangan, sehingga keutamaan datang di awal waktu menjadi pengingat agar umat Islam tidak menunda-nunda dalam menyambut seruan Jumat.

من رَاحَ إِلَى الْجُمُعَةِ فِي السَّاعَةِ الْأُوْلَى فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ بَدْنَةً وَمَنَ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الثَّانِيَةِ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ بَقَرَةً وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الثَّالِثَةِ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ كِبَشًا أَقْرَنَ وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الرَّابِعَةِ فَكَأَنَّمَا أَهْدَى دَجَاجَةً وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الْخَامِسَةِ فَكَأَنَّمَا أَهْدَى بَيْضَةً فَإِذَا خَرَجَ الْإِمَامَ طُوِيَتِ الصُّحُفُ وَرُفِعَتِ الْأَقْلَامُ وَاجْتَمَعَتِ الْمَلَائِكَةُ عِنْدَ الْمِنْبَرِ يَسْتَمِعُوْنَ الذِّكْرَ فَمَنْ جَاءَ بَعْدَ ذَلِكَ فَإِنَّمَا جَاءَ لِحَقِّ الصَّلَاةِ لَيْسَ لَهُ مِنَ الْفَضْلِ شَيْءٌ

“Siapa saja yang berangkat salat Jumat pada jam pertama, seakan-akan berkurban dengan seekor unta. Siapa saja yang berangkat pada jam kedua, seakan-akan berkurban dengan seekor sapi. Siapa saja yang berangkat pada jam ketiga, seakan-akan berkurban dengan kambing bertanduk. Siapa saja yang berangkat pada jam keempat, seakan-akan menghadiahkan seekor ayam jantan. Siapa saja yang berangkat pada jam kelima, maka seakan-akan menghadiahkan sebutir telur. Setelah imam keluar, maka catatan amal sudah ditutup, qalam pencatat sudah diangkat, dan para malaikat berkumpul di mimbar untuk mendengarkan zikir. Siapa saja yang datang setelah itu, maka ia datang hanya untuk memenuhi hak salat dan tidak mendapatkan keutamaan apa-apa.” (HR. Bukhari & Muslim).

Diam Saat Khutbah, Adab Jumat yang Menjaga Kesempurnaan Pahala

Diam dan menyimak khutbah menjadi salah satu adab sekaligus sunah Jumat yang sangat ditekankan bagi kaum Muslimin. Rasulullah ﷺ mengingatkan dalam hadisnya bahwa berbicara saat khatib menyampaikan khutbah, meski hanya sekadar menegur orang di sebelah, dapat menggugurkan keutamaan Jumat, sehingga jemaah dianjurkan memusatkan perhatian dan mendengarkan khutbah dengan penuh kekhusyukan.

إِذَا قُلْتَ لِصَاحِبِكَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ أَنْصِتْ وَاْلإِمَامُ يَخْطُبُ فَقَدْ لَغَوْتَ

“Jika engkau mengatakan kepada temanmu, ‘Diam,’ pada hari Jumat dan imam sedang berkhutbah, sungguh engkau telah berbuat sia-sia.” (HR. Bukhari & Muslim)

Memakai Pakaian Terbaik, Sunah Jumat yang Mencerminkan Penghormatan pada Hari Mulia

Mengenakan pakaian terbaik, dengan warna putih yang lebih disunahkan, menjadi salah satu amalan yang dianjurkan bagi kaum Muslimin saat berangkat menunaikan salat Jumat. Rasulullah ﷺ mengajarkan agar umat Islam tampil bersih, rapi, dan pantas ketika menghadiri majelis ibadah, sebagai bentuk penghormatan terhadap hari yang dimuliakan sekaligus wujud rasa syukur atas nikmat yang diberikan Allah ﷻ.

الْبَسُوا مِنْ ثِيَابِكُمْ الْبَيَاضَ فَإِنَّهَا مِنْ خَيْرِ ثِيَابِكُمْ وَكَفِّنُوا فِيهَا مَوْتَاكُمْ

“Pakailah pakaian putih, karena itu pakaian terbaik kalian, dan kafanilah orang yang wafat di antara kalian dengan kain putih.” (HR. Abu Dawud & Tirmidzi)

 

Memakai Wangi-Wangian, Sunah Jumat yang Menambah Kesempurnaan Ibadah

Memakai wewangian menjadi salah satu sunah yang dianjurkan bagi kaum Muslimin saat hendak menunaikan salat Jumat. Rasulullah ﷺ mengajarkan agar umat Islam tampil harum dan menyenangkan ketika menghadiri majelis ibadah, sebagai wujud penghormatan terhadap hari mulia sekaligus bentuk kepedulian agar sesama jemaah tetap nyaman dalam beribadah.

حُبِّبَ إِلَيَّ مِنْ دُنْيَاكُمُ النِّسَاءُ وَالطِّيبُ وَجُعِلَتْ قُرَّةُ عَيْنِي فِي الصَّلَاةِ

“Dijadikan menyenangkan bagiku dari dunia ini perempuan dan minyak wangi, dan dijadikan penyejuk mataku dalam salat.” (HR. An-Nasa'i)

Memotong Kuku dan Merapikan Kumis serta Janggut, Sunah Jumat untuk Menjaga Kebersihan Diri

Memotong kuku, memendekkan kumis, dan merapikan janggut menjadi salah satu sunah yang dianjurkan bagi kaum Muslimin menjelang salat Jumat. Amalan ini termasuk bagian dari fitrah yang diajarkan Rasulullah ﷺ, sekaligus wujud kesungguhan umat Islam dalam menjaga kebersihan dan kerapian diri agar dapat hadir di masjid dengan penampilan yang bersih, rapi, dan menyenangkan bagi sesama jemaah.

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَسْتَحِبُّ أَنْ يَأْخُذَ مِنْ شَارِبِهِ وَأَظَافِرِهِ يَوْمَ الْجُمُعَةِ

“Nabi ﷺ biasa mencukur kumis dan memotong kukunya di hari Jumat.” (HR. Al-Baihaqi)

Dengan mengamalkan berbagai sunah Jumat, mulai dari mandi, berangkat lebih awal ke masjid, diam saat khutbah, mengenakan pakaian terbaik, memakai wewangian, hingga merapikan diri, umat Islam diharapkan dapat menyambut hari yang disebut sebagai penghulu segala hari dengan sebaik-baiknya. Amalan-amalan sederhana ini tidak hanya menyempurnakan ibadah, tetapi juga menjadi wujud kesungguhan dalam meraih pahala dan ampunan Allah ﷻ. Semoga setiap Jumat menjadi momentum untuk terus meningkatkan kualitas ibadah dan menumbuhkan kecintaan pada sunah Rasulullah ﷺ. Semoga bermanfaat.

(Rahman Asmardika)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement