Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Cara Mendapatkan Kenikmatan Saat Ibadah

Muhammad Fadhil Mubarok , Jurnalis-Minggu, 25 Oktober 2026 |16:46 WIB
Cara Mendapatkan Kenikmatan Saat Ibadah
Ilustrasi.
A
A
A

Mengingat pentingnya ibadah bagi setiap Muslim, sungguh merugi apabila seseorang tidak merasakan manisnya beribadah. Hal ini tampak ketika perilaku sebelum dan sesudah ibadah tidak berbeda, bahkan cenderung diwarnai keburukan. Karena itu, setiap Muslim dituntut untuk mengoreksi ibadah yang telah dijalankannya.

Pertanyaan yang patut direnungkan: sudahkah kenikmatan dalam beribadah dirasakan, atau justru sebaliknya, yang muncul adalah beban dan penderitaan? Sudahkah niat diluruskan, dan sudahkah ibadah yang dikerjakan sesuai dengan tuntunan?

Sejumlah ulama menekankan bahwa kualitas ibadah tidak hanya diukur dari banyaknya amal, tetapi juga dari bekasnya di dalam hati. Ibadah yang diterima dan dikerjakan dengan benar semestinya menghadirkan ketenangan serta kelapangan jiwa bagi pelakunya. Hal inilah yang pernah disampaikan oleh dua ulama besar dalam sejarah Islam.

Ulama besar Al-Imam Ibnul Qayyim rahimahullah pernah mengutip pesan gurunya, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah, terkait tanda diterimanya sebuah amal:

إِذَا لَمْ تَجِدْ لِلْعَمَلِ حَلَاوَةً فِي قَلْبِكَ وَانْشِرَاحًا، فَاتَّهِمُهُ، فَإِنَّ الرَّبَّ تَعَالَى شَكُورٌ

“Jika engkau tidak mendapatkan kelezatan dan kebahagiaan pada amalan yang engkau kerjakan, maka curigailah amalanmu tersebut, karena Rabb (Allah) Ta’ala itu Maha Mensyukuri.”

Peringatan ini disampaikan bukan tanpa alasan, sebab Allah Ta’ala bersifat Asy-Syakur, Maha Mensyukuri hamba-Nya. Artinya, setiap amal yang dikerjakan dengan benar semestinya berbalas kenikmatan dan ketenangan dalam jiwa.

 

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement