MAKASSAR - Berjalan-jalan di malam mingguan jelang sahur, tepat di ruas Jalan Andi Pangeran Pettarani, Makassar, pukul 02.00 WITA Minggu (21/8/2011) dini hari, satu kendaraan besar-panjang jenis tronton tampak menikung dari bawah jembatan layang.
Truk raksasa dengan roda delapan itu seperti bergerak malas dengan kecepatan rendah.
Di atas bak, truk penuh muatan. Tapi bukan muatan sembarangan. Isinya para pemuda terdiri laki-laki dan perempuan.
Mereka menamakan diri Komunitas Triogen, salah satu organ perkumpulan para pemuda se-Makassar. Mereka membawa peralatan musik ke atas bak truk tronton dan memainkannya sambil menyanyi dengan pengeras suara bervolume tinggi.
Lewat parade iring-iringan truk dan sepeda motor itu, Dicky dkk selaku penyelenggara Sahur on the Road membagikan sebanyak 600 porsi kotak nasi plus lauk-pauk. Mereka tidak pilih-pilih memberi sedekahnya, kepada siapa saja yang ditemui sepanjang jalan.
"Kami berniat membagi rezeki ini untuk santap sahur. Dananya didapat dari patungan semua anggota di dalam Komunitas Triogen," kata Dicky kepada okezone.
Beberapa orang dari tepi jalan segera menghampiri truk tronton itu dan mengulurkan tangan. Pembagian itu terus berlangsung melalui rute hingga di bawah Jembatan Layang Urip Sumoharjo, Makasar.
Di samping-depan-belakang truk tronton itu tampak puluhan sepeda motor mengiringi perjalanan mereka, Minggu (21/8/2011). Pemandangan itu jadi salah satu keunikan tersendiri di Makassar yang mengisi malam-malam bulan suci Ramadan kali ini. (put)
(Hariyanto Kurniawan)