Padang Arafah "Memutih" di Puncak Haji, Ini Makna Ihram di Baliknya

Rafida Ulfa, Jurnalis
Senin 20 Agustus 2018 11:28 WIB
Wukuf di Padang Arafah. (Foto: Kemenag.go.id)
Share :

JAKARTA – Sekira 3 juta jamaah haji dari berbagai belahan dunia telah berkumpul di Padang Arafah, Kota Suci Makkah, sebagai tempat utama pelaksanaan ibadah haji. Padang Arafah yang pada hari biasa kosong tanpa aktivitas, kini memutih lantaran menjadi lautan jamaah haji berkain ihram warna putih.

Dilaporkan Okezone sebelumnya, seluruh jamaah haji Indonesia kini sudah terkonsentrasi di Padang Arafah. Pemberangkatan jamaah haji, baik reguler maupun khusus, menuju Arafah dilakukan dalam tiga tahap.

Pemberangkatan pertama dilakukan pukul 07.00–12.00 waktu Arab Saudi. Tahap kedua pada pukul 12.00–16.00 WAS. Terakhir, tahap ketiga, pukul 16.00–18.00 WAS. Total jamaah haji reguler Indonesia sebanyak 204.000 orang dari 165 lokasi.

Puncak haji di Padang Arafah adalah momen yang paling dinanti-nanti. Jamaah haji pun harus berihram hingga nanti usai menjalankan tahalul yang menandakan selesainya rangkaian haji.

Lalu, apa makna berkain Ihram? Berikut ini penjelasannya, seperti dikutip dari buku 'Haji dan Umrah Mabrur Itu Mudah dan Indah', Senin (20/8/2018).

1. Mendapat ampunan dosa

Bahwa jamaah yang berihram akan diampuni dosa-dosanya oleh Allah Subhanahu wa ta’ala. Hal ini sebagaimana diriwayatkan dalam sebuah hadis, yang artinya:

"Dari Ibnu Mas’udra, bahwasannya Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam bersabda, 'Ikutilah (sambunglah) antara haji dan umrah. Karena keduanya menghilangkan kemiskinan dan dosa sebagaimana alat pengikis menghilangkan kotoran besi, emas, dan perak. Dan tidaklah bagi haji yang mabrur pahalanya selain surga. Dan tidaklah selain muslim menghabiskan harinya dalam keadaan berihram, melainkan matahari akan terbenam dengan dosa-dosanya (diampuni dosa-dosanya)'." (HR AtTurmudzi Nomor 810, Kitab As saum, Bab Tsawabhajjwaal-Umrah).

2. Mendapat iringan talbiyah dari makhluk-makhluk di sekitarnya

Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam riwayat sebagai berikut, yang artinya:

"Dari Sahal bin Sa’ad, ia berkata, 'Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam bersabda, 'Tidak ada seorang Muslim pun yang bertalbiyah melainkan bertalbiyah dari sebelah kanan dan sebelah kirinya, baik dari batu, pohon, maupun tanah liat, sehingga ia menempuh bumidari sini sampai sini'." (HR At Turmudzi Nomor 828, Kitab Ash-Shaum, Bab fadhlattalbiyahwaan_nahr).

3. Bertalbiyah dengan keras perintah Allah Subhanahu wa ta’ala melalui Jibril

Hal ini sebagaimana diriwayatkan dalam hadis, yang artinya:

"Dari As Sa’ib bin Khallad Al Anshari Radhiyallahu anhu berkata, bahwa Rasulullah SAW bersabda, 'Malaikat Jibril mendatangiku dan memerintahkanku agar aku menyuruh kepada pada sahabatku, supaya mereka mengeraskan suara mereka dengan ihlal dan talbiyah.' Dalam riwayat lain (ditambahkan), karena hal tersebut (ihlal dan talbiyah) merupakan syiar haji.' (HR AtTurmudzi Nomor 829, Kitab As saum, Bab raf’u as shauthbitalbiyah).

(Hantoro)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Muslim lainnya