JAKARTA – Pemerintah Indonesia telah menandatangani kontrak dengan delapan perusahaan transportasi Arab Saudi untuk melayani jamaah haji 2019. Delapan perusahaan tersebut akan menyediakan bus untuk transportasi antar-kota dan untuk salawat.
Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Sri Ilham Lubis meminta kepada perusahaan agar menyediakan pengemudi yang berasal dari Indonesia sehingga dapat memudahkan jemaah untuk berkomunikasi.
“Kami minta supir orang Indonesia sehingga bisa mudah berkomunikasi dengan jemaah. Dan juga anda larang sopir bis minta uang tip kepada Jemaah,” tegas Sri Ilham Lubis dalam keterangan tertulisnya yang diterima Okezone, Senin (6/5/2019).
Baca juga: Manajemen Haji Indonesia Paling Baik dan Termurah di Dunia
Staf Teknis Haji / Konsul Haji Endang Jumali menambahkan, awak perusahaan transportasi dilarang keras memungut uang kepada jemaah. Dalam kontrak sudah ditegaskan, tidak ada pungutan dalam bentuk apapun.