Kakek Buyut Mantan Menlu Inggris Boris Johnson Seorang Muslim

Intan Afika Nuur Aziizah, Jurnalis
Kamis 20 Juni 2019 14:27 WIB
Kakek Buyut Boris Johnson Seorang Muslim (Foto: Inews)
Share :

Pada Rabu, 19 Juni 2019, Mantan Menteri Luar Negeri Inggris, Boris Johnson, mengukuhkan posisinya sebagai kandidat favorit perdana menteri Inggris untuk menggantikan Theresa May.

Dilansir dari Inews pada, Kamis (20/06/2019), Dominic Raab ternyata tidak mendapatkan cukup suara untuk tetap bertahan diposisinya sehingga saat ini tersisa lima kandidat.

Sambil menunggu hasil pemungutan suara, kelima kandidat itu tampil di acara debat televisi yang diselenggarakan oleh Newsily's Emily Maitlis. Boris Johnson yang memiliki suara unggul saat ini mendapat banyak hinaan, terutama masalah Islamophobia. Sebelumnya, Ia mendapat komentar dari mantan Walikota London hingga menjadi sorotan.

Johnson ditantang oleh Abdullah, seorang imam dari Bristol, mengenai apakah ia menerima bahwa "kalimatnya memiliki konsekuensi", ketika Boris mengatakan komentar Abdullah di luar konteks

Tetapi yang paling mengejutkan adalah ketika Johnson membawa kakek buyut Muslimnya dan mengatakan bahwa ia datang ke Inggris sebagai tanda kemurahan hati dan keterbukaan.

Hal itu sangat mengejutkan karena Johnson sebelumnya membandingkan wanita Muslim yang mengenakan burqa (pakaian yang menutupi seluruh tubuh) dengan kotak surat.

Jadi siapakah kakek buyut misterius ini? Siapakah Ali Kemal?

Kakek buyut Boris Johnson adalah Ali Kemal. Ia seorang jurnalis Kekaisaran Ottoman yang bekerja di wilayah Turki. Ia dilahirkan pada 1867 dari seorang ibu keturunan Sirkasia (sebuah wilayah di sepanjang pantai timur laut Laut Hitam), Kemal membolehkan Johnson pergi keliling dunia dan membawanya ke berbagai negara. Salah satu negara yang ia kunjungi adalah Swiss, tempat ia bertemu dengan istrinya, Winifred Brun, seorang wanita Anglo-Swiss yang merupakan putri dari Margaret Johnson. Kemal menikahinya di London pada tahun 1903.

Apa yang Ia lakukan?

Setelah menjadi seorang jurnalis, Kemal pindah ke bidang politik. Kemal memegang teguh prinsip liberal dan membuatnya diasingkan dari Kekaisaran Ottoman. Namun, setelah pemerintahan Sultan yang mengusir Kemal berakhir, ia segera menjadi salah satu tokoh paling menonjol dalam kehidupan politik Ottoman.

The Times mendeskripsikan Kemal sebagai "salah satu orang terkemuka di Turki, seorang pembicara yang sangat baik, dan pribadi yang populer". Ia diangkat menjadi perwakilan dari konstituensi parlemen Turki yang akan menjadi Istanbul oleh partai Uni Liberal pada tahun 1909 .

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Muslim lainnya