Iman pun menganjurkan para petugas kesehatan untuk membina suasana terlebih dulu agar materi yang disampaikan bisa lebih mudah diterima ketika keadaan sudah mulai cair. Bina suasana dapat menciptakan rasa nyaman, akrab, percaya diri, melepas ego, dan mengondisikan peserta jamaah haji siap menerima materi.
Sebagaimana diketahui hipnoterapi adalah salah satu metode yang sangat dibutuhkan bagi para masyarakat yang menunaikan ibadah haji. Pasalnya, terapi ini bisa mengatasi gangguan fisik dan psikologis.
Caranya dimulai dari tahap pra induksi, lalu induksi untuk memberikan sugesti yang dapat membawa pasien/klien untuk berpindah dari alam sadar ke setengah sadar.
Dalam kondisi relaksasi, pasien atau jemaah akan dibimbing memasuki kondisi hipnosis yang lebih dalam. Pada fase ini bisa diberikan sugesti kesehatan badan atau perasaan gembira atau keadaan positif lainnya yang disesuaikan dengan kondisi jemaah.
Proses ini dapat dilakukan dalam tempo waktu 5 hingga 10 menit. Metode hipnoterapi ini terbukti ampuh untuk mengatasi masalah kejiwaan seperti fobia kecemasan meninggalkan keluarga. Serta mampu menghilangkan kebiasaan merokok, mengurangi kecemasan akibat lingkungan baru, dan tidak mau makan.
Iman pun berharap dengan adanya metode ini, para jemaah haji mampu menunaikan ibadahnya dengan lancar tanpa terganggu oleh masalah kesehatan fisik dan mental. Selain itu ia pun ingin mewujudkan situasi dimana para jemaah saling memperhatikan dan mendukung satu sama lain.
“Harapannya jemaah bisa mandiri menyelesaikan masalahnya tanpa bergantung pada tenaga kesehatan. Yang sakit bisa kembali sehat. Sedangkan yang sehat dapat membantu petugas kesehatan TKHI. Jadi jemaah saling memperhatikan, saling dukung, saling menyelamatkan dan menyehatkan,” tutup Iman.
(Renny Sundayani)