"Sesuai laporan (pesawat) sempat terbang dan kembali lagi, dan (pesawat) baru diterbangkan 10 jam kemudian," jelas Jauhari di Kantor Urusan Haji Madinah, Rabu (17/7/2019).
Keterlambatan keberangkatan ini, kata dia, telah dikomunikasikan dengan baik antara Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) yang berada di Tanah Air dan di Arab Saudi.
Ia mengatakan, paling tidak ada beberapa hal yang yang harus diantisipasi terkait penundaan keberangkatan tersebut, yakni akomodasi, katering, dan transportasi.
(Hantoro)