JAKARTA - Kementerian Agama (Kemenag) akan mengundang unicorn seperti Traveloka dan Tokopedia guna membahas jasa pelayanan perjalanan umrah berbasis digital. Wacana ini mencuat setelah Pemerintah Arab Saudi memiliki visi untuk mengembangkan ekonomi digital.
Indonesia dan Arab Saudi juga telah sepakat untuk mengembangkan aplikasi umrah. Aplikasi tersebut akan digarap oleh dua unicorn tersebut.
Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Nizar Ali memastikan aplikasi perjalanan umrah digital tidak akan merugikan biro perjalanan umrah lainnya.
"Kita sudah mengundang Tokopedia dan Traveloka untuk bagaimana sih proses bisnis umrah digital itu," kata Nizar saat sosialisasi program penyelenggaraan ibadah haji dan umrah 2019 di Lumere Hotel, Jakarta, Kamis (18/7/2019).
Baca Juga: Raja Salman Undang Kakek Uhi Tunaikan Ibadah Haji Setelah Videonya Viral
Nizar memaparkan Kemenag ingin menyesuaikan regulasi dari biro perjalanan haji dan umrah agar unicorn yang akan menggarap layanan perjalanan umrah berbasis digital tersebut tidak melanggar aturan. Seluruh biro perjalanan haji dan umrah harus memiliki persyaratan menjadi provider visa agar terdaftar sebagai Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) di Kemenag.
Adapun peran strategis provider visa diterapkan untuk peningkatan kualitas penyelenggaraan perjalanan ibadah umrah seperti yang tertuang dalam Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 18 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Perjalanan Ibadah Umrah.
"Semuanya meskipun umrah kan ada harus provider visa . Syarat provider visa adalah untuk satu travel yang memiliki izin umrah. Jadi semuanya ke situ dalam konteks ini," ujarnya.
Baca Juga: 7 Wafat, 77.043 Jamaah Haji Tiba di Tanah Suci
(Arief Setyadi )