TANGSEL – Sekretaris Jenderal Kementerian Agama RI Nur Kholis Setiawan berharap agar tim pemantau haji Inspektorat Jenderal Kemenag untuk lebih banyak menyoroti upaya pemerintah agar jemaah dapat melaksanakan kesempurnaan ibadah haji.
“Saya minta dengan sangat teman-teman tim ini lebih banyak menyoroti Kaifiyatu ada’i manasikil hajj yakni bagaimana jemaah melaksanakan kesempurnaan ibadah haji,” ujar Sekjen saat hadiri Focus Group Discussion (FGD), Rabu 17 Juli 2019.
Sekjen berpesan kepada tim pemantau agar perbanyak menggali informasi terkait dengan kesempurnaan jamaah menjalankan ibadahnya.
“Tidak lagi pada pertanyaan-pertanyaan pada hal-hal yang sifatnya makan, minum atau hotelnya,” tuturnya.
Sekjen juga mengimbau agar pelaksanaan pemantauan haji harus terbuka.
"Keterbukaan itu adalah apa atau cara bagaimana kita melakukan pemantauan termasuk metodologi yang kita pakai, ini harus kita jelaskan nanti kepada objek yang kita pantau," katanya.
Sekjen menyampaikan pula bahwa tugas memantau ini harus memiliki validitas dan bisa diuji oleh semua pihak. "Hasil pemantauan harus valid dan nantinya bisa didiskusikan dengan pihak lain,” sambungnya. Nur Kholish menyoroti berlakunya Undang-undang Nomor 8 Tahun 2019, piranti pengawasan sekaligus pemantauan ini betul-betul inheren di dalam tugas Kementerian karena tidak ada lagi KPHI.
“Baik dan tidaknya, apakah itu dari sisi penyelenggaraan, perlindungan sekaligus sistem bimbingan ibadah maka tentu bergantung dari hasil pemantauan,” lanjut Nur Kholis.
Nur Kholis turut mengingatkan, sejak 2017 Menteri Agama telah menyampaikan bahwa peran Itjen akan lebih lebih banyak sebagai detektor dini terhadap persoalan dari mulai ketidakpatuhan ataupun fraud. Hal tersebut pun berlaku dalam pemantauan Ibadah Haji.
FGD yang dihelat Inspektorat Jenderal Kementerian Agama ini membahas petunjuk teknis pemantauan dan evaluasi penyelenggaraan ibadah haji 1440H dan bertujuan untuk menyamakan persepsi serta diharapkan menjadi guide line bagi tim pemantau.
Di akhir sesi Sekjen berpesan agar saat exit meeting bersama Amirul Hajj ada hasil yang bisa dijadikan evaluasi penyelenggaraan haji di masa mendatang.
“Tolong disiapkan betul bahwa apa yang sudah dihasilkan untuk kemudian agar dijadikan rekomendasi dan akan ditindaklanjuti oleh teman-teman PHU Untuk penyempurnaan penyelenggaraan haji di tahun yang akan datang,” tandasnya.
(Qur'anul Hidayat)