KERAP kali kita mendengar kabar mengenai kaum Muslimin yang menjadi minoritas di suatu negeri dan dizalimi oleh orang kafir yang menjadi mayoritas di sana, hingga umat Islam terusir dari tanah air mereka.
Mendengar hal itu, tentu kita sebagai sesama Muslim merasa sedih atas kejadian ini. Setelah itu timbul niat dari sebagian kaum Muslimin untuk membalas kezaliman tersebut kepada kaum kafir yang berada di negeri yang kaum Muslimin jadi mayoritas di sana.
Padahal, hal itu tidak dibenarkan dalam Islam. Kezaliman tidak dibalas kezaliman, bahkan wajib bersikap adil walaupun terhadap non-muslim.
Dalam sebuah video yang diunggah akun Instagram @ceramahgusbaha, Dai kondang Gus Baha, mengatakan bahwa saat ini telah terlihat kebenaran dari teori Nabi Muhammad. Banyak preman yang tidak salat namun anaknya ikut Taman Pendidikan Alquran (TPQ), ada juga yang anaknya sudah berpuasa namun bapaknya belum berpuasa dan ada juga yang anaknya sudah bisa mengucapkan salam namun ayahnya belum bisa salam.
"Malakul Jibal (malaikat penjaga Gunung Uhud) berkata pada Rasulullah, 'Siap menghabisi orang Quraisy' terus jawab Nabi Muhammad, saya masih hafal ini di kitab Bukhari, di kitab Sahih "Asallaahu an-yukhrija min aslabihim man ya'budullaaha laa yusyriku bihi syai-a' 'Jangan, bagaimana pun mereka kelak bisa saja punya anak yang beriman pada Allah: Tidak menyekutukan sesuatu dengan-Nya'" ucap Gus Baha mengutip sabda Nabi Muhammad SAW, Senin (5/8/2019).
"Beneran Abu Jahal itu punya anak namanya Ikrimah, alimnya tak karuan, Ikrimah bin Abu Jahal. Top-topnya sahabat yang membela Islam namanya Khalid bin Walid. Khalid itu anaknya Walid. Walid itu mafia besar yang musuhi Nabi. Siapa yang tidak tahu Walid bin Mughirah? Abu Lahab punya putri, cantik, ikut hijrah namanya Darroh," Gus Baha menambahkan.