MAKKAH - Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin mengimbau jamaah haji yang melaksanakan tarwiyah, atau berdiam diri di Mina pada 8 Dzulhijah agar berkelompok.
"Jamaah agar melakukannya tidak sendiri, tapi berkelompok. Sehingga bisa saling membantu antar-jamaah," kata Lukman, Kamis (8/8/2019).
Menurutnya, jamaah haji yang melakukan tarwiyah harus bisa bertanggung jawab, salah satunya dengan melakukan koordinasi ke petugas haji.
"Agar melapor ke kepala rombongan, kepala regu, petugas sektor, maktab di mama dia berada. Sehingga proses tarwiyah yang dilakukan diketahui," jelas dia.
Sebagai informasi, pemerintah tidak memfasilitasi pelaksanaan hari tarwiyah tersebut. Hal ini lantaran waktu yang tidak memungkinkan.
“Pemerintah Indonesia mengambil kebijakan tidak melaksanakan tarwiyah, karena waktunya sangat pendek dan perlu energi yang sangat besar. Sehingga, berpotensi ada jemaah haji yang tidak bisa melanjutkan perjalanan atau kesulitan melaksanakan wukuf di Arafah,” ujar Kepala Daker Makkah, Subhan Cholid.
Menurutnya, pemerintah konsentrasi untuk memfasilitasi pelaksanakan wukuf di Arafah. Jamaah haji akan memulai perjalanannya mulai 8 Dzulhijjah langsung menuju Arafah.
(Qur'anul Hidayat)