“Pemerintah Indonesia mengambil kebijakan tidak melaksanakan tarwiyah, karena waktunya sangat pendek dan perlu energi yang sangat besar. Sehingga, berpotensi ada jemaah haji yang tidak bisa melanjutkan perjalanan atau kesulitan melaksanakan wukuf di Arafah,” ujar Kepala Daker Makkah, Subhan Cholid.
Menurutnya, pemerintah konsentrasi untuk memfasilitasi pelaksanakan wukuf di Arafah. Jamaah haji akan memulai perjalanannya mulai 8 Dzulhijjah langsung menuju Arafah.
(Qur'anul Hidayat)