Menteri Urusan Islam Arab Saudi meminta maaf kepada masyarakat usai ia dikritik karena mencium seorang jemaah haji perempuan yang curhat kepadanya soal suaminya meninggal dalam serangan masjid di Selandia Baru awal tahun ini.
Seperti yang di lansir dari Alaraby, Kamis, (8/8/2019), Menteri Urusan Islam Arab Saudi Sheikh Abdullatif Al al-Sheikh mengatakan kepada media setempat, ia meminta maaf. Kaum konservatif Saudi mengecamnya usai ia mencium jemaah haji untuk menghiburnya atas penderitaan kehilangan suaminya.
"Apa yang terjadi dilihat oleh semua orang secara spontan. Allah SWT menjadikan hati kita penuh kasih," kata Sheikh Abdul Latif.
"Kami memiliki hati manusia bukan binatang atau batu. Tidak ada keraguan bahwa agama Islam membangkitkan hati kita untuk berbelas kasih," tambahnya.
Menteri Urusan Islam itu menghadapi rentetan kritik di Media Sosial Twitter Saudi atas cuplikan rekaman dia menghibur seorang janda yang sedang berduka saat dia menyapanya di Kota Suci Makkah menjelang ziarah tahunan haji.
"Islam melarang kontak fisik dengan wanita terkecuali istri, saudara perempuan. Apa yang dia lakukan salah," keluh seorang netizen di media sosial.
"Menteri Urusan Islam berutang permintaan maaf kepada publik atas perilakunya, bahkan jika itu secara spontan. Apa yang dianggap haram dilarang. Dia memeluk seorang wanita non-mahram. Kami sedang menunggu permintaan maafnyam," kata yang lainnya.
Netizen lain mengatakan, "Era baru kembali ke moderasi Islam di suatu kerajaan."
Otoritas Saudi menampung 200 anggota keluarga korban serangan Christchurch untuk naik haji. Lebih dari 2,5 juta Muslim pada hari Jumat ini akan memulai ibadah haji di kota suci Makkah.
Haji adalah salah satu dari lima rukun Islam dan umat Islam yang harus wajib melakukannya setidaknya sekali dalam hidup mereka jika mereka mampu menjalankannya.
(Dyah Ratna Meta Novia)