"Karena Tanah Air tempat kita dibesarkan. Kita makan-minum dari tumbuh-tumbuhan, buah-buahan, yang tumbuh di Tanah Air. Kita meminum air yang mengalir di Tanah Air kita, bahkan kita menghirup udara yang ada di Tanah Air kita. Mungkin boleh jadi suatu saat nanti ketika kita tidak lagi ada di dunia ini, kita akan dikebumikan dipeluk oleh Tanah Air kita," kata dia.
Maka kecintaan kepada Tanah Air, menurut Menag, adalah sesuatu yang niscaya dan mudah-mudahan cara memaknai kemerdekaan adalah bagaimana bisa mengisinya dengan memberikan yang terbaik bagi bangsa dan negara.
Tidak lupa, dia berpesan agar masyarakat bersyukur menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari Republik Indonesia.
"Karena jasa para pendahulu kita maka ketika kita memperingati hari ulang tahun Republik Indonesia. Pertama, menurut saya, yang harus dikedepankan adalah bagaimana wujud rasa syukur itu kita lakukan dengan cara mendoakan para pendahulu kita yang telah mendahului kita," kata dia.