Cerita Sayyidina Ali Membuat Malaikat Menahan Terbitnya Matahari

Novie Fauziah, Jurnalis
Kamis 22 Agustus 2019 01:56 WIB
Ilustrasi Malaikat Menahan Terbitnya Matahari agar Ali bin Abi Thalib Tak Ketinggalan Salat Jamaah
Share :

Ustadz Malik juga mengatakan, jika diperbolehkan membatalkan salat saat nahaya atau menolong orang yang sedang terancam bahaya. "Kewajiban salat dalam fikih masuk dalam kategori kewajiban yang ditetapkan waktunya," ujarnya.

Seperti dalam surat An-nisa ayat 103 bahwa salat diwajibkan kepada setiap mukmin, sebagai kewajiban yang telah ditetapkan waktunya (wajib muwaqqat). Karena salat dikategorikan sebagai wajib muwaqqat, maka pelaksanaannya terbatas oleh waktu yang telah ditetapkan.

Ustadz Malik juga menambahkan, dari lima waktu salat fardu, hampir semua (kecuali salat Magrib) punya waktu yang panjang. Ahli fikih menyebutnya sebagai wajib muwassa', yaitu kewajiban yang punya waktu longgar atau luas. Kecuali Magrib yang disebut sebagai wajib mudhayyaq (kewajiban dengan waktu yang sempit).

"Semua salat tersebut baiknya dilaksanakan awal waktu, atau minimal tepat waktu, tidak ditunda hingga akhir waktu. Tetapi jika ada udzur atau halangan tertentu, boleh diakhirkan. Di sejumlah pesantren, salat isya kerap dilaksanakan di pertengahan atau akhir waktu (sepertiga malam terakhir), karena ada udzur berupa ta'lim, atau pengajian," katanya.

Rasulullah Saw bersabda: “Jikakalaulah tidak memberatkan kepada umatku akan aku perintahkan mereka mengakhirkan salat ‘Isya sampai kepada sepertiga malam atau seperdua malam ” (HR. Abu Dawud, Atturmudzi, Annasa’I, Ahmad, Alhakim dan di shahihkan oleh Albani). Keterangan Hadis ini dapat dilihat di dalam kitab Syarhulkabir Mughni Almuhtaj oleh Ibnu Qudamah (hal 530 – 531 Juz 1).

(Muhammad Saifullah )

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Muslim lainnya