MADINAH - Dalam prosesi ibadah haji, para jamaah telah melakukan setidaknya 5 aspek penting. Hal ini diharapkan menjadi nilai tambah jamaah haji setelah melaksanakan ibadah ini.
“Aspek yang pertama adalah ibadah, (ibadah haji) sebagai rukun yang terakhir, tidak semua orang punya kesempatan untuk bisa berhaji,” ujar Staf Khusus Menteri Agama Hadi Rahman saat melepas keberangkatan terakhir jamaah haji khusus di Bandara Prince Mohammed Bin AbdulAziz Madinah.
Hadi menuturkan bahwa dalam aspek ibadah, para jemaah haji telah melaksanakan rangkaian ibadah dimulai dari umrah sampai dengan ibadah puncak, yaitu Arafah, Muzdalifah dan Mina sampai dengan ibadah (salat) arbain di Madinah.
Baca Juga: 3 Catatan untuk Penyelenggaraan Ibadah Haji Khusus
Aspek kedua, ziarah yakni melakukan kunjungan ke tempat-tempat bersejarah yang banyak diceritakan ketika manasik.
“Di situ bapak ibu bisa belajar tentang tempat-tempat yang mungkin hanya bisa mendengar dari cerita-cerita tapi sekarang bisa melihat langsung,” imbuhnya.
Kemudian, ia menambahkan aspek lain, yakni aspek tijarah atau perdagangan. “Bapak, ibu sekalian bisa menyaksikan di sini perdagangan, eskpor-impor dari berbagai negara,” ujarnya.
Menurutnya, selama berhaji, para jemaah haji sebenarnya telah terlibat dalam perdagangan internasional. Karena bisa menikmati aneka olahan kuliner dari berbagai negara, berbelanja aneka produk dari negeri lain.
“Demikian juga dengan para jemaah haji dari negara lain, mereka bisa berbelanja barang-barang yang masuk dari Indonesia,” tuturnya.
Baca Juga: Jamaah Haji Furoda Tahun Ini Tercatat 3.076 Orang