Pegulat muslim asal Rusia, Khabib Nurmagomedov, baru saja menumbangkan Dustin Poirier pada gelaran UFC 242, Minggu (8/9/2019). Usai memenangkan pertarungan, kata pertama yang keluar dari mulut Khabib adalah ucapan Alhamdulillah.
Ucapan Alhamdulillah merupakan pujian kepada Allah swt atas nikmat yang diberikan. Ucapan Alhamdulillah sudah semestinya diucapkan oleh Khabib Nurmagomedov sebagai seorang muslim. Apalagi sepanjang karirnya, dalam 28 kali pertandingan Khabib tidak terkalahkan.
Pada ronde ke tiga, Khabib memaksa Poirier melakukan tap out setelah tak tahan dengan kuncian di leher atau tepatnya rear naked choke. Dan saat pembawa acara tersebut bertanya usai pertandingan, Khabib mengucapkan,"Alhamdulillah."
Tak lupa, Khabib Nurmagomendov juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh orang yang telah mendukungnya, terlebih pada keluarganya. Sehingga di pertandingannya ini, dia bisa menumbangkan lawannya kembali.
"Saya ingin berterima kasih kepada ayah, pelatih, saudara-saudara, latih tanding, dan tim saya," kata Khabib.
Alhamdulillah sering kita ucapkan ketika mendapatkan sesuatu yang baik. Kalimat ini juga bukan hanya sebagai tanda syukur saja, tapi bagian dari bentuk pujian untuk Allah.
Dikutip dari laman NU Online, jika dilihat dari perspektif bahasa Arab, asal kalimat "alhamdulillah "الحمد لله" adalah " حمدت حمدا لله(hamidtu hamdan lillahi) (Aku telah memuji dengan suatu pujian untuk Allah)".
Selain itu, dalam beberapa literatur keislaman kalimat Alhamdulillah selalu berada di awal kata pengantar pengarang kitab. Hampir di seluruh pengarang kitab mengawali karyanya dengan bacaan Alhamdulillah.
Umat Muslim juga disunahkan membaca Alhamdulillah ketika sedang dalam 11 situasi dan kondisi, seperti:
1. Di setiap permulaan menulis sebuah karya.
2. Saat permulaan belajar dan mengajar.
3. saat berceramah, baik untuk orang yang berceramah maupun orang yang mendengarkannya.
4. Selesai makan dan minum.
5. Setelah bersin.
6. Ketika melamar seorang perempuan.
7. Akad nikah
8. Keluar dari toilet.
9. Mengalami dan mengakhiri doa.
10. Saat mendapatkan hadiah atau terhindar dari musibah.
11. Ketika ditinggal meninggal, yaitu dalam keadaan bahwa Allah menjanjikan surga bagi seorang hamba yang ditinggal mati oleh anaknya, kemudian ia membaca hamdalah dan istirja’ (inna lillahi wa inna ilaihi rajiun).
(Muhammad Saifullah )