PERBUATAN maksiat seperti zinah, judi, meminum miras, merupakan tindakan yang melanggar ketentuan Allah. Maksiat tersebut bisa mempersulit urusan-urusan pelakunya, gelapnya hati-wajah-kuburannnya, dan terhalangnya dari ketaatan. Demikian dikatakan Alumni Pondok Pesantren Putri Walisongo Jombang, Silmi Adawiya, yang juga lulusan Unhasy dan Sekolah Pascasarjana UIN Jakarta.
Ia juga menyampaikan bahwa dampak maksiat tidak hanya dirasakan pelakunya di di dunia, namun juga di akhirat. Ayat yang berkaitan dengan halini yaitu Surat an-Nisa ayat 14:
وَمَنْ يَعْصِ اللهَ وَرَسُولَهُ وَيَتَعَدَّ حُدُودَهُ يُدْخِلْهُ نَارًا خَالِدًا فِيهَا وَلَهُ عَذَابٌ مُهِينٌ
“Dan barangsiapa yang mendurhakai Allah dan Rasul-Nya dan melanggar ketentuan-ketentuanNya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam api neraka sedang ia kekal di dalamnya; dan baginya siksa yang menghinakan.”
Nah, agar terhindar dari perbuatakan maksiat, Silmi Adawiya memberikan tiga tips. Menurutnya, pertama kali yang harus dimiliki adalah keinginan dari dirinya sendiri untuk tidak bersahabat dengan maksiat. Mengingat Allah ketika hendak melakukan maksiat membuat seseorang akan merasa bersalah untuk melakukannya.