Alhamdulillah, Kemenag Miliki Pangkalan Data Mushaf Alquran di Asia Tenggara

Novie Fauziah, Jurnalis
Senin 21 Oktober 2019 06:12 WIB
Manuskrip Alquran (Foto: Kemenag)
Share :

Alhamdulillah, terdapat kabar baik bagi para peneliti dan pemerhati mushaf Alquran. Kementerian Agama (Kemenag) kini memiliki Pangkalan Data Mushaf Alquran di Asia Tenggara atau Database of Southeast Asian Mushaf.

Pangkalan Data Mushaf Alquran ini merupakan layanan informasi berbasis website. Ini baru saja diluncurkan oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin di Gedung Bayt Alquran dan Museum Istiqlal, TMII, Jakarta, Senin lalu. Peluncuran pangkalan data ini bersamaan dengan peluncuran terjemaan Alquran edisi penyempurnaan, mushaf standar Indonesia Rasm Utsmani, serta jabatan fungsional pentashih.

 

Kepala Lajnah Pentashihan Mushaf Alquran (LPMQ) Kementerian Agama Muchlis M Hanafi mengatakan, Pangkalan Data Mushaf Alquran di Asia Tenggara adalah website yang dikelola LPMQ yang berisi himpunan data Alquran dari Asia Tenggara dalam bentuk manuskrip, Alquran cetak, Alquran braile dan Alquran versi digital.

“Data yang ditampilkan merupakan hasil dari kegiatan penelitian dan digitalisasi oleh peneliti LPMQ selama lima tahun,” katanya.

“Hingga saat ini, jumlah data yang telah diupload dalam pangkalan data sebanyak 327 Manuskrip Alquran, 272 Mushaf Alquran cetak, 10 Alquran Digital, dan 3 Alquranbraile. Jumlah tersebut terus diperbarui,” terang Muchlis.

Seperti dilansir dari website Kemenag, Muchlis mengatakan, keberadaan pangkalan data ini bertujuan untuk memperkenalkan khazanah mushaf Alquran Nusantara sebagai bagian dari warisan dunia Islam.

Tujuan lainnya adalah menyediakan infrastruktur kajian mushaf Alquran Nusantara yang dapat dimanfaatkan secara luas. “Kami juga ingin memudahkan akses berbagai koleksi mushaf Alquran Nusantara bagi para mahasiswa, dosen, peneliti dan masyarakat umum,” ujarnya.

Sementara itu, Koordinator Penelitia LPMQ Ali Akbar mengatakan, setiap jenis mushaf yang ada sudah dilengkapi dengan data visual berupa foto dari berbagai sisi. Ada juga penjelasan rinci terkait aspek permushafan, mulai dari aspek kesejarahan, material, dan aspek tekstual.

“Para pengunjung akan dimanjakan dengan moda pencarian yang sangat mudah berdasarkan kata kunci tertentu, kategori tertentu, ataupun langsung memilih lokasi mushaf dalam sebuah peta Indonesia,” terangnya.

(Dyah Ratna Meta Novia)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Muslim lainnya