ZAHRAA Hendricks adalah hijaber pertama yang bermain Rugby di Afrika Selatan. Fotonya ketika berlari ke lapangan untuk bermain tengah jadi pembicaraan di sana.
Dilansir dari laman Aboutislam pada Rabu (1/1/2010), Zahraa mengatakan, keputusan untuk menjadi pemain Rubgy adalah supaya dapat mencetak gol banyak. Namun demikian, tujuan utama dia bermain olahraga favoritnya tersebut yaitu supaya bisa mengatasi kesalahpahaman tentang hijaber di masyarakat.
Zahraa melanjutkan, banyak perempuan Muslim yang mengenakan hijab diibaratkan sebagai orang yang tertindas. Tapi Zahraa berbeda, karena di timnya hijab dipandang sebagai bagian dari identitas seseorang.
"Banyak perempuan Muslim mungkin merasa bahwa tidak ada tempat bagi mereka. Itu tidak benar. Saya bebas. Anggota tim saya berasal dari latar belakang yang berbeda, tetapi kami masih menganggap satu sama lain sama. Kami bekerja sama, tidak saling bertentangan," ujar hijaber tersebut.
Dengan mengenakan hijab di lapangan, Zahraa ingin memecah stereotip dan menyalurkan sikap merangkul orang-orang Afrika Selatan.
Sementara itu faktanya di seluruh dunia, perempuan Muslim berupaya menentang hambatan budaya dan stereotip ketika bersaing di tingkat tertinggi olahraga. Seperti dalam sepak bola, angkat besi, bola basket, hoki es, dan lainnya.
Pada 2016 lalu, sebanyak 14 wanita Muslim berhasil meraih medali di Olimpiade Rio, Brazil, termasuk di dalamnya adalah pemain anggar Amerika Serikat, Ibtihaj Muhammad, perempuan Muslim pertama yang mewakili negeri Paman Sam tersebut di podium.
Di sisi lain, dalam bidang olahraga lainnya masih saja ada perempuan berhijab yang mengalami diskriminasi.
Contoh kasusnya seperti dalam olahraga judo, kala judoka Indonesia Miftahul Jannah dilarang tampil di Asian Para Games karena dia menolak untuk melepas jilbabnya.
(Abu Sahma Pane)