Fungsi Wirid yang Perlu Anda Ketahui

Novie Fauziah, Jurnalis
Rabu 04 Maret 2020 01:05 WIB
Wirid agar mendapat perlindungan dari Allah (Foto: Shutterstock)
Share :

Wirid sejatinya merupakan amalan untuk selalu mengingat Allah SWT. Namun wirid selain berguna untuk melatih diri agar senantiasa ingat Allah dalam setiap waktu juga memiliki ragam fungsi dan khasiat.

Salah satu fungsi wirid adalah untuk melindungi pengamal tarekat dari aneka gangguan, keburukan, kejahatan, bencana serta penyakit yang bisa menimpanya. Baik itu berupa penyakit fisik maupun penyakit yang menjangkiti batinnya.

 

Dengan amalan wirid maka pengamal tarekat bisa menjaga kesehatan secara lahir batin.

Seperti dilansir dari Jatman, dalam tarekat ‘Alawiyah misalnya, biasa melazimkan Ratib Al Haddad setiap hari. Yang dalam rangkaian dzikir kesembilannya terdapat bacaan isti’adazah.

أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ

Syekh Abdullah bin Ahmad Basaudan Al Hadhramy penulis kitab Dzakhiratul Ma’ad Syarah Ratib Al Haddad menjelaskan, isti’adazah ini untuk memohon perlindungan secara keseluruhan.

Yakni isti’adazah dari aneka keburukan yang disebabkan oleh semua makhluk. Baik itu manusia, jin, setan bahkan dari perbuatan dosa dan kedzalimannya sendiri.

Seluruh kalimat permohonan perlindungan tercakup dalam satu kalimat isti’adazah tersebut. Baik dari hal yang sifatnya nyata (hissy) abstrak (ma’nawy), hal terkait urusan dunia maupun akhirat, bumi serta langit.

Isti’adazah tersebut diambil dari hadist Nabi berikut:

Sa’ad bin Abi Waqqash Ra berkata: “Khaulah binti Hakim al-Sulamiyyah Ra berkata: “Aku telah mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa yang singgah di sebuah tempat, lalu ia mengucapkan,

أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ الله التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ

“(Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah SWT yang sempurna dari keburukan yang tercipta), maka tak ada sesuatu pun yang membahayakannya sampai ia pergi dari tempat itu.” (HR. Muslim).

Lalu, dalam tarekat Qadiriyah Naqsyabandiyah Pontren Suryalaya misalnya dalam kitab ‘Uqudul Juman yang berisi dzikir, shalawat dan doa terdapat bacaan doa untuk menangkal berbagai penyakit dan bala secara lahir batin.

بِسْمِ اللهِ الشَافِي بِسْمِ اللهِ الكَافِي بِسْمِ اللهِ المُعَافِي

بِسْمِ اللهِ الَّذِى لَا يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الْاَرْضِ وَ لَا فِى السَمَاءِ وَ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ

Bacaan tersebut bersumber dari hadist Nabi Muhammad SAW, Nabi bersabda,

“Siapa yang membaca,

بِاسْمِ اللَّهِ الَّذِي لَا يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

Maka tidak akan ada yang memberinya kemudharatan.” (HR. Ahmad).

Masih banyak lagi amalan rutin berupa bacaan untuk perlindungan dalam berbagai tarekat mu’tabarah, termasuk seperti tersebut di atas.

Bacaan yang disusun oleh ulama sufi tersebut amat beragam. Ada yang berasal dari Alquran, sunah maupun redaksi dari para ulama sufi yang maknanya tentu tidak bertentangan dengan Alquran dan Sunah.

(Dyah Ratna Meta Novia)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Muslim lainnya