BARU-baru ini beredar informasi bahwa Tanah Suci sepi, tidak ada jamaah yang melakukan kegiatan umrah. Sebab sejak 27 Februari 2020 Pemerintah Arab Saudi sementara melarang negara-negara suspect virus Korona (COVID-19), termasuk Indonesia untuk memberangkatkan jamaahnya.
Namun informasi yang berasal dari unggahan video dan viral di sosial media itu tenyata bohong. Dilansir dari laman resmi Kementerian Agama, Konsul Haji Konsulat jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah, Endang Jumali mengatakan, video yang beredar tersebut diambil setelah musim haji pada tiga tahun lalu.
Endang melanjutkan, kala itu, terdapat jeda antara selesainya musim haji dengan masuknya jamaah umrah. Sehingga, ada kondisi di mana Masjidil Haram tampak lebih sepi dari biasanya.
"Itu gambar setelah musim haji sekitar tiga tahun lalu. Saat itu, setelah musim haji tidak langsung ada jamaah umrah yang datang ke Masjidil Haram," ujar Endang mengkonfirmasi melalui pesan singkat, Selasa (3/3/2020).
Selain itu, kondisi dan suasana Masjidil Haram masih terpantau ramai seperti biasanya. hal ini juga berdasarkan hasil survey tim Konsul Haji KJRI Jeddah di Masjidil Haram, pada pukul 10.20 waktu Arab Saudi. "Masjidil Haram tetap ramai. Jamaah tetap melaksanakan umrahnya dengan baik dan lancar," katanya.
Endang mengatakan, pada periode 1 Maret 2020 tim KJRI Jeddah telah mefalisitasi kepulangan 4.951 jamaah. Mereka para jamaah terbagi ke dalam 19 penerbangan dengan 9 maskapai penerbangan, yaitu Garuda Indonesia, Saudia Airlines, Ettihad, Emirate, Oman Air, Lion, Flynas, Srilankan Air, dan Air Asis.
Sementara itu Pembina Umrah dan Haji Al Malik Travel Umrah, Ustadz M Najmi Fathoni mengatakan, para jamaah umrah yang telah sampai di Tanah Suci sebelum isu virus korona COVID-19 menyebar masih beribadah seperti biasanya.