Kaum-kaum terdahulu seperti kaum Nabi Nuh, kaum ‘Ad, kaum Tsamud dan lain-lainnya mereka digantikan kaum setelahnya (al-a’raf:69). Selanjutnya makna khalifah berarti menggantikan Allah dalam melaksanakan titah-Nya untuk sekalian makhluk-Nya.
Sebagai khalifah di bumi, Allah telah memberikan perhatian yang besar kepada manusia. Posisi khalifah merupakan posisi tertinggi dari Allah kepada umat manusia, akan tetapi pada sisi lain tugas khalifah adalah sangat berat. Maka sangatlah maklum apabila amanah khalifah ini di tawarkan kepada langit, gunung-gungung, bumi, semuanya tidak mau menerimanya.
Hanya manusia yang mau menerima amanah khalifah ini. Dengan penerimaan ini, tentunya manusia harus menanggung segala konsekuensinya. Manusia diberikan akal dan pikiran sehingga harus bisa mengoptimalkan akal pikiran untuk menggali potensi bumi dan alam semesta agar bisa dimanfaatkan seluas-luasnya oleh manusia.
Terakhir, pada tulisan ini adalah bahwa konteks kekhalifahan manusia di bumi tidak identik dengan pembentukan daulah islamiyah atau khilafah, tetapi berupa tugas keagamaan yang telah dituangkan dalam nilai-nilai Alquran dan menjadikannya sebagai nilai-nilai yang hidup dalam pribadi masing-masing umat manusia.
Tugas kekhalifahan memang sangat berat maka semua unsur harus saling bahu membahu, tolong menolong agar nilai-nilai Alquran bisa menyatu dengan kehidupan nyata di bumi ini. Sehingga cita-cita kita menjadikan “baldatun thoyyibatun wa rabbun ghofur” bisa tercapai. Wallahu ‘alam.
(Abu Sahma Pane)