Indahnya Toleransi, Petugas Medis Muslim dan Yahudi Berdoa Bersama di Tengah Wabah Corona

Restu Prihargayu, Jurnalis
Jum'at 27 Maret 2020 14:48 WIB
Umat Yahudi dan Muslim berdoa di tengah wabah corona (Foto: CNN)
Share :

Petugas media muslim dan yahudi ini sibuk berjuang di tengah wabah corona yang menyerang Israel. Yuk intip kisah perjuangan mereka menyelamatkan para pasien COVID-19.

Petugas medis Yahudi, Avraham Mintz dan petugas medis muslim Zoher Abu Jama harus bekerja keras menangani para pasien, mereka tak lupa beribadah mengingat Allah Sang Maha Pencipta.

Terlihat pemandangan yang indah saat Avraham menghadap ke Kota Suci Yerusalem untuk memanjatkan doa kepada Tuhan. Sedangkan rekannya Abu Jama terlihat sedang salat menghadap ke Kakbah, Makkah. Ini merupakan pemandangan toleransi antar umat beragama yang sangat indah dan menginspirasi.

 

Mereka bekerjasama tanpa melihat suku dan agama demi menyelamatkan para pasien yang berjuang mempertahankan hidup di tengah pandemi COVID-19.

Dilansir dari CNN pada Jumat, (27/3/2020), nyaris tidak ada waktu untuk istirahat bagi Avraham dan Abu Jama. Mereka berdua baru saja selesai mendapat panggilan dari seorang wanita berusia 41 tahun yang mengalami masalah pernapasan di Kota Be'er Sheva, Israel Selatan.

Ketika mendekati jam enam sore, Avraham dan Abu Jama menyadari itu mungkin satu-satunya kesempatan mereka untuk melakukan ibadah.

Seorang pengguna Instagram mengomentari foto mereka di Instagram, "Saya bangga dengan semua layanan penyelamatan ini, tidak masalah dari komunitas apa atau agama apa, semua bersatu kerja sama."

Sedangkan di Twitter, salah seorang juga mengomentari foto mereka dengan mengatakan, "Satu pertarungan! Satu kemenangan! Mari kita bersatu!"

"Fakta bahwa itu sangat sederhana membuat kejadian itu sangat istimewa. Saya percaya bahwa Abu Jama dan saya dan sebagian besar orang di dunia mengerti ini saatnya kita harus mengangkat kepala dan berdoa kepada Tuhan. Hanya itu yang tersisa," kata Avraham.

Abu Jama, ayah tujuh anak dari Kota Bedahat. Ia seorang sukarelawan medis. Dia meninggalkan pekerjaannya sebagai instruktur mengemudi untuk membantu sebanyak mungkin orang yang sakit sekarang.

"Dalam hal kepercayaan dan kepribadian, kami percaya pada hal yang sama dan kami memiliki kesamaan," kata Avraham.

"Semua orang takut dengan virus corona. Begitu juga kita, tetapi kita memiliki keyakinan bahwa semuanya ada di bawah kendali Tuhan. Kami berdua percaya ini," tambah Avraham.

Abu Jama setuju dengan mitranya. "Saya percaya bahwa Tuhan akan membantu kita dan kita akan melewati ini. Kita semua harus berdoa kepada Tuhan untuk melalui ini, dan kita akan melewati krisis dunia ini."

(Dyah Ratna Meta Novia)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Muslim lainnya