PEMERINTAH Arab Saudi memberlakukan jam malam selama 24 jam di kota Mekah dan Madinah. Hal sebagai upaya untuk mengendalikan penyebaran virus corona (COVID-19) di negeri para mulla tersebut.
Sebelumya jam malam hanya diberlakukan selama 15 jam. Kebijakan untuk tinggal di rumah juga telah diperpanjang. Warga hanya diizinkan keluar rumah untuk membeli makanan dan untuk keperluan medis.
Tak seorang pun boleh masuk atau keluar dari daerah tersebut untuk sementara, sebut keterangan Kementerian Dalam Negeri seperti dilaporkan kantor berita Saudi (SPA).
Semua layanan, baik sektor umum maupun swasta juga dihentikan sementara—kecuali layanan darurat seperti apotek dan stasiun pengisian bahan bakar umum. Selain mekkah dan Madinah, pemerintah Arab Saudi juga mengarantina wilayah Qatif, yaitu sebuah kawasan penghasil minyak di bagian timur negeri.
Dilansir dari BBC Indonesia, Sabtu (4/4/2020), pembatasan ketat terjadi pada saat ketidakpastian apakah ibadah haji ke Mekah dan Madinah tahun ini - akan berlangsung pada bulan Juli dan Agustus.
Larangan ke luar rumah ini karena Arab Saudi memiliki tingkat infeksi virus corona tertinggi di wilayah Teluk, dengan 1.885 kasus positif dan 21 kematian hingga Jumat (3/4).
Sebelumnya pihak berwenang Arab Saudi mengarantina sebuah kawasan di bagian timur serta menutup sementara semua sekolah dan universitas di seluruh kerajaan itu dari Senin (9/3) hingga waktu yang belum ditetapkan akibat wabah virus corona.
Rangkaian kebijakan itu ditempuh ketika jumlah total kasus positif virus corona mencapai 15 kasus, sebut Kementerian Kesehatan Arab Saudi sebagaimana dikutip kantor berita Reuters.
Di antara 15 kasus tersebut, ada empat kasus yang baru dilaporkan pada Senin (09/03). Keempat kasus itu mencakup satu warga Saudi, dua warga Bahrain, dan satu warga Amerika Serikat.
Arab Saudi telah menangguhkan perjalanan ke sembilan negara bagi warganya sekaligus menolak orang-orang dari negara-negara tersebut atau siapapun yang berada di sana selama 14 hari terakhir.
(Fahmi Firdaus )