PEMERINTAH Arab Saudi memberlakukan jam malam selama 24 jam di kota Mekah dan Madinah. Hal sebagai upaya untuk mengendalikan penyebaran virus corona (COVID-19) di negeri para mulla tersebut.
Sebelumya jam malam hanya diberlakukan selama 15 jam. Kebijakan untuk tinggal di rumah juga telah diperpanjang. Warga hanya diizinkan keluar rumah untuk membeli makanan dan untuk keperluan medis.
Tak seorang pun boleh masuk atau keluar dari daerah tersebut untuk sementara, sebut keterangan Kementerian Dalam Negeri seperti dilaporkan kantor berita Saudi (SPA).
Semua layanan, baik sektor umum maupun swasta juga dihentikan sementara—kecuali layanan darurat seperti apotek dan stasiun pengisian bahan bakar umum. Selain mekkah dan Madinah, pemerintah Arab Saudi juga mengarantina wilayah Qatif, yaitu sebuah kawasan penghasil minyak di bagian timur negeri.
Dilansir dari BBC Indonesia, Sabtu (4/4/2020), pembatasan ketat terjadi pada saat ketidakpastian apakah ibadah haji ke Mekah dan Madinah tahun ini - akan berlangsung pada bulan Juli dan Agustus.