Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mengulik Ke Mana Perginya Batu Jumrah usai Dilempar Jemaah Haji di Mina

Rahman Asmardika , Jurnalis-Jum'at, 29 Mei 2026 |17:10 WIB
Mengulik Ke Mana Perginya Batu Jumrah usai Dilempar Jemaah Haji di Mina
Jemaah haji melempar jumrah di Mina. (Foto: Dani Jumadil Akhir/Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Setiap tahun, jutaan jemaah haji dari seluruh penjuru dunia berkumpul di Mina untuk melaksanakan salah satu rukun wajib haji, yaitu melontar jumrah (Ramy al-Jamarat). Dengan banyaknya jumlah jemaah yang melemparkan puluhan butir kerikil selama hari-hari Tasyrik, ada ratusan juta batu kecil yang terlontar ke tiga pilar utama (Ula, Wusta, dan Aqabah). Pertanyaan yang sering muncul di benak publik adalah: ke mana perginya gunungan batu kerikil tersebut setelah dilemparkan?

Faktanya, Pemerintah Arab Saudi melalui otoritas terkait memiliki sistem otomatisasi logistik yang sangat canggih untuk menangani hal ini. Proses pembersihan dan pengelolaan batu jumrah tidak lagi dilakukan secara manual, melainkan melibatkan teknologi infrastruktur bawah tanah yang beroperasi secara seketika (real-time).

Mekanisme Penyaringan di Bawah Jembatan Jamarat

Berdasarkan data resmi dari otoritas pengelola Kompleks Jamarat, teater melontar jumrah didukung oleh struktur Jembatan Jamarat multi-lantai yang dirancang khusus. Ketika jemaah menjatuhkan batu ke dalam lubang cekungan di tiap pilar, batu-batu tersebut tidak menumpuk di permukaan, melainkan langsung meluncur ke bawah melalui jaringan vertikal khusus.

Di lantai dasar bawah tanah Kompleks Jamarat, terdapat sistem ban berjalan (conveyor belt) raksasa. Batu-batu yang jatuh akan disaring melalui mesin pemisah otomatis untuk memisahkan kerikil dari benda-benda asing yang tidak sengaja ikut terlempar oleh jemaah, seperti botol plastik, kain, atau alas kaki yang tercecer.

Proses Pengosongan dan Penyimpanan Akhir

Setelah melewati proses penyaringan dan pemisahan dari sampah, ban berjalan akan mengarahkan batu-batu kerikil bersih tersebut ke ruang penyimpanan besar (bunker) yang terletak di kedalaman fasilitas bawah tanah Kompleks Jamarat. Di dalam ruang kendali ini, terdapat sistem mekanis yang dapat menampung dan mengatur volume batu dalam jumlah masif selama hari-hari puncak ibadah haji.

 

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement