Pandemi virus corona masih berlangsung di Indonesia dan negara-negara lainnya. Hal ini harus disikapi dengan tepat supaya masyarakat tak mengalami depresi karena harus melakukan physical distancing dan kegiatan ekonomi yang terbatas.
Wakil Ketua Majelis Dakwah dan Pendidikan Islam (Madani), Ustadz Ainul yaqin mengatakan, pandemi virus corona (COVID-19) merupakan bagian dari ujian bagi umat Islam untuk mempertebal keimanan dan takwa kepada Allah SWT.
"Ujian yang Allah berikan itu adalah untuk meningkatkan dan menguatkan keimanan kita sebagai hamba-Nya. Oleh karena itu bersabarlah dan harus tetap bersyukur," ujarnya saat dihubungi Okezone, Senin (6/4/2020).
Lebih lanjut, kata dia, agar tidak bersedih menghadapi pandemi virus corona ini adalah dengan terus beribadah, berdoa sebanyak-banyaknya kepada Allah SWT. Sebab, setiap ujian adalah bagian dari kasih sayang Allah terhadap umatnya.
"Musibah pandemi Corona adalah salah satu ujian Allah SWT kepada kita semua, ujian kesabaran dan ujian keimanan," ucapnya.
Allah SWT berfirman,
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أطيعُوا اللَّهَ وَأَطيعُوا الرسولَ وَأُولِي الأَمْرِ منْكُمْ".
Artinya: "Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya."(QS. An-nisa':59).
Selain itu Allah pun sudah menjanjikan pahala bagi orang-orang yang bertakwa, yakni ketika diberi ujian. Mereka tidak merasa sedih atau cemas, karena percaya bahwa Allah tetap bersama hamba-Nya di saat keadaan apapun dan di mana pun.
إِنَّ الَّذِينَ آمَنُواْ وَعَمِلُواْ الصَّالِحَاتِ وَأَقَامُواْ الصَّلوةَ وَآتَوُاْ الزَّكَوةَ لَهُمْ أَجْرُهُمْ عِندَ رَبِّهِمْ وَلاَ خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلاَ هُمْ يَحْزَنُونَ
Artinya: "Sesungguhnya orang-orang yang beriman, mengerjakan amal saleh, mendirikan salat dan menunaikan zakat, maka mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak pula mereka bersedih hati."(QS Al-Baqarah: 277)
(Dyah Ratna Meta Novia)