Aa Gym Sedih Saksikan Kampanye Para Petugas Kesehatan Ini

Novie Fauziah, Jurnalis
Senin 13 April 2020 17:02 WIB
Aa Gym (Foto: Okezone)
Share :

Penolakan pemakaman jenazah pasien virus corona memang terkadang terjadi. Alasannya masyarakat takut dengan penularan virus corona.

Selain di Banyumas, penolakan pemakaman pasien terinfeksi corona juga sempat terjadi di Kota Depok, Makassar dan Gowa. Padahal pemakaman jenazah korban virus corona yang dilakukan sesuai protokol kesehatan dan syariat Islam, diyakini prosesnya aman. Masyarakat diminta untuk tidak memberikan stigma pada jenazah korban virus corona lagi.

 

View this post on Instagram

😭😭😭 Hati ini rasanya pediiih membaca tulisan para pejuang di garis depan yang mempertaruhkan nyawanya... Apa yang Sahabat rasakan ??

A post shared by Abdullah Gymnastiar (@aagym) on

Bahkan pendakwah kondang KH Abdullah Gymnastiar alias Aa Gym mengaku sedih menyaksikan para petugas kesehatan yang mengkampanyekan agar masyarakat tak menolak jenazah para petugas kesehatan yang meninggal dunia karena terinfeksi virus corona yang tertular dari pasien yang ditanganinya.

Dalam unggahan di akun Instagramnya, Aa Gym mengatakan, hati ini rasanya pedih membaca tulisan para pejuang di garis depan yang mempertaruhkan nyawanya. "Apa yang sahabat rasakan?," katanya.

Melalui unggahan akunnya, Aa Gym ingin masyarakat tak menolak lagi jenazah korban virus corona. Apalagi petugas kesehatan yang rela mengorbankans segalanya demi menyembuhkan pasien corona.

Aa Gym meminta masyarakat tidak monolak apalagi memberikan stigma negatif terhadap jenazah korban virus corona.

Jika pengurusan jenazahnya sudah sesuai protokol tetap standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan syariat Islam, maka jenazah pasien corona diyakini aman termasuk saat pemakamannya, sehingga tak perlu takut akan menyebarkan virus lagi.

Sementara itu, Sekretaris Dewan Keluarga Masjid (DKM), Masjid El Syifa Ciganjur, Ustadz Hadi Saifullah mengatakan, menolak jenazah pasien virus corona dilarang alias haram. Apalagi jika orang yang meninggal dunia itu adalah sesama muslim.

"Hukumnya tak boleh menolak jenazah korban virus corona karena harus ada muslim yang memakamkan. Jika sama sekali tidak ada yang mau maka berdosa seluruh Muslim di tempat tersebut. Itulah arti hukum fardhu kifayah," kata Ustadz Hadi Saifullah saat dihubungi Okezone.

"Kalau warga setempat khawatir akan adanya penularan corona dari jenazah tersebut, lebih baik diserahkan kepada pihak yang berwenang di bidang medis. Jangan ditolak," katanya.

(Dyah Ratna Meta Novia)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Muslim lainnya