DI KABUPATEN Solok, tepatnya di Jorong Kayu Jao, Nagari Batang Barus, Kecamatan Gunung Talang, Sumatera Barat terdapat masjid tua yang menjadi salah satu bukti penyebaran Islam di Tanah Minang. Masjid Tuo Kayu Jao namanya.
Bangunan masjid ini sangat unik, betapa tidak atapnya terbuat dari ijuk warna hitam dengan dinding dan lantai dari papan dibalut dengan warna hitam yang menambah kesakralan. Disebutkan, Masjid Tuo Kayu Jao ini dibangun pada 1599, namun penjelasan dari penjaga sekaligus keturunan pendiri Masjid Tua Kayu Jao mengklaim dibangun pada 1419. Pembangunan masjid ini dilakukan para warga secara gotong royong, masjid ini digagas oleh angku imam yang bernama musaur dan angku labai sekaligus sebagai bilal.
Dari segi arsitektur, masjid ini juga mengalami asimilasi terhadap Budaya Minangkabau, yakni rumah gadang. Atap masjid yang terbuat dari ijuk terdiri dari tiga tingkat. Antara tingkatan terdapat celah yang dibuat untuk pencahayaan. Arsitektur lokal berupa “rumah gadang” terlihat di bagian mihrab, yang memiliki atap dengan bentuk berbeda, yakni berbentuk gonjong.
Aguswal Riyanto, salah satu keturunan dari pendiri masjid tersebut mengatakan, atap masjid ini disangga 27 tiang yang merupakan simbolisasi dari enam suku di sekitar masjid. Masing–masing terdiri atas empat unsur pemerintahan ditambah tiga unsur dari agama, yakni khatib, imam, dan bilal.
“Masing-masing tiang berukuran lingkar 25 cm hingga 30 cm,tiang masjid hanya diletakkan di atas batu sandi sebagai pondasi. Tiang-tiang terbuat dari kayu kelas satu, dengan jenis yang belum diketahui,” ujarnya seperti dilansir iNews, Rabu (29/4/2020).
Simbolisasi juga terdapat di jendela dengan jumlahnya yang ganjil sebanyak 13 buah, yang mengandung makna 13 rukun sholat. Suasana dalam masjid meski agak usang karena material bangunan yang sudah tua, tetapi tetap terasa sejuk, walaupun tanpa pendingin udara.