"Jilbab sanitasi dalam pengaturan perawatan kesehatan sangat penting untuk pengendalian infeksi, dan sering dianggap tidak penting karena kurangnya keakraban dengan penutup kepala agama standar wanita muslim," tuturnya.
"Virus ini hanya semakin mengekspose perbedaan dan perjuangan yang dihadapi beberapa kelompok di negara ini. Saya harap kita bisa bergerak ke arah pemahaman yang lebih baik dan memecah beberapa hambatan yang dimiliki orang non-muslim tentang jilbab," ucap Hilal.
Berdasarkan data yang dikutip situs Worldometer, hingga Senin hari ini kasus Covid-19 di AS sudah menembus angka 1.837.170 dengan angka kematian 106.195 dan jumlah pasien sembuh mencapai 599.867 orang.
(Rizka Diputra)