PENGELOLA Masjid Al Falah di Jalan Raya Sukowati, Kabupaten Sragen, Provinsi Jawa Tengah, membuka warung makan untuk menggaji marbotnya. Usaha tersebut bernama Warung Soto BUMM yang dikelola untuk membayar gaji 35 karyawan Masjid Al Falah.
Adapun penganan yang dijual di Warung Soto BUMM adalah nasi soto seharga Rp5.000 per porsi, basi gudeg Rp3.000/porsi, dan wedang angsle Rp6.000/porsi. Keuntungan dari penjualan akan dimanfaatkan untuk kepentingan operasional Masjid Al Falah.
CEO Masjid Al Falah Sragen, Eko Wijiyono, mengatakan BUMM ini didirikan untuk menjawab kebutuhan ekonomi masjid. Ia menyatakan ada 35 karyawan yang digaji senilai upah minimum kabupaten (UMK). Selama ini gaji didapat dari infak dan sumbangan donatur.
"Dengan pendirian BUMM ini keuntungannya bisa digunakan untuk gaji 35 karyawan itu. Sementara dana infak jemaah dan donatur digunakan untuk kepentingan jamaah atau kembali kepada masyarakat dalam bentuk pelayanan dan fasilitas masjid yang nyaman atau kegiatan-kegiatan masjid," ujar Eko, dikutip dari Solopos, Selasa (2/6/2020).
Model Badan Usaha Milik Masjid (BUMM) Al Falah Sragen inovasi masjid pertama di Indonesia. Saat ini BUMM tersebut menjadi percontohan nasional.
"Model BUMM ini merupakan inovasi masjid pertama di Indonesia dan sudah banyak masjid yang siap mengadopsi konsep BUMM itu, yakni ada delapan masjid di Yogyakarta dan Jakarta yang siap mengadopsi konsep ini. Bahkan, BUMM ini menjadi percontohan nasional," paparnya.