Mengamalkan Teologi Al 'Ashr saat Pandemi Corona

, Jurnalis
Sabtu 06 Juni 2020 13:20 WIB
Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah, Sunanto (Foto: Ist)
Share :

SAAT situasi krisis akibat pandemik Corona, membuat seluruh umat manusia di muka bumi mengalami berbagai kesulitan. Tidak hanya kesulitan ekonomi, berbagai masalah sosial keagamaan kita juga mengalami perubahan yang signifikan. Tak terkecuali umat Islam di Indonesia.

Sejak awal kemunculan di Tanah Air pada 2 Maret lalu, per 5 Juni 2020, setidaknya sudah 1.770 orang kehilangan nyawa akibat terjangkit virus asal Kota Wuhan, China itu. Wabah yang sudah menjangkiti 29.521 orang Indonesia ini sudah memporak-porandakan situasi psikologis, ekonomi, politik dan tradisi keagamaan kita.

Imbauan beraktivitas di rumah, larangan Shalat Jumat dalam 3 bulan terakhir, tradisi pengajian keagamaan harus dilakukan secara daring. Semua orang cenderung kehilangan akal, stress dan kebingungan dalam menghadapi makhluk Allah yang sangat kecil ini (Corona).

Dalam situasi yang belum jelas kapan berakhirnya Covid-19 ini, saya jadi teringat tentang ajaran pendiri Muhammadiyah KH Ahmad Dahlan. Saat dakwah dimulai di Kampung Kauman Yogyakarta (sekitar tahun 1914). Kiai Ahmad Dahlan mengawali pengajian dengan mengulangi pembahasan Surat Al ‘Ashr hampir meakan waktu selama 7-8 bulan. Itu dilakukan jauh sebelum mengulang pengajian Surat Al Ma’un selama 3 bulan lamanya.

Jika kita kontekskan pada saat ini, sepertinya boleh dikatakan sama. Saat itu bangsa Indonesia terjajah, masyarakat kesulitan ekonomi dan kehilangan arah. Kali ini akibat pandemi corona, seluruh masyarakat kebingungan, ekonomi lumpuh, pengangguran bertambah signifikan dan tradisi sosial keagamaan yang berubah sedemikian dahsyat.

Allah berfirman yang artinya: 1. Demi Masa, 2. Sungguh manusia berada dalam kerugian, 3. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran (QS. Al ‘Ashr: 1-3).

Saat kita membaca surat Al ‘Ashr, adalah benar bahwa ada mutiara hikmah yang sedemikian luas dalam Surat ‘Ashr. Dalam Surat itu, Kiai Ahmad Dahlan memberikan makna yang sangat kuat. Bahwa sebagai seorang muslim kita harus memanfaatkan amanah waktu kehidupan kita dengan penuh keimanan. Bukan hanya itu, sebagai seorang muslim beriman kita harus memanifestasikan teologi Al ‘Ashr dalam kehidupan berbangsa, bernegara dan bermasyarakat.

Makna yang lebih dahsyat lagi adalah kita disadarkan bahwa Allah telah memerintahkan untuk saling menasihati dalam hal kebaikan dan dengan penuh kesabaran umat Islam diperintahkan untuk saling memperkuat kerja kolektif dalam menegakkan kebenaran. Karakter yang sangat dibutuhkan untuk memenangkan diri dari musibah wabah corona ini.

Bangsa Indonesia saat ini mengalami berbagai tantangan nyata, prediksi pertumbuhan ekonomi tidak lebih dari 2.9 persen, lahirnya jutaan pengangguran baru, meningkatnya kemiskinan, ketimpangan ekonomi semakin menganga dan tata kehidupan tidak normal lainnya. Teologi Al ‘Ashr yang diajarkan Kiai Ahmad Dahlan sepertinya sangat relevan untuk dikatakan sebagai salah satu solusi.

Indonesia yang sebagaian populasi penduduknya bergama Islam haruslah benar-benar memaknai bahwa manusia hidup itu harus memanfaatkan waktu dengan penuh keimanan. Dalam berbagai bidang kehidupan, sebagai rakyat, sebagai umat, sebagai pejabat, sebagai abdi negara, pelaku usaha dan bahkan berbagai ruang profesi lainnya.

Tidak berlebihan kemudian, jika ajaran teologi Al 'Ashr akan bersenyawa dalam bentuk kerja-kerja amal sholih yang konkret. Seluruh umat Islam Indonesia akan memiliki etos kerja yang luar biasa. Tidak akan ada rasa stress apalagi saling menyalahkan. Manusia Indonesia dengan penuh keimanan memeras otak dan tenaganya untuk mengambil nilai positif dari musibah yang telah mematikan ratusan ribu umat manusia di muka bumi.

Dalam konteks politik kenegaraan, pejabat yang memegang ajaran dalam Surat Al aAshr sudah bisa dipastikan amanah, kebijakannya tidak akan membuat publik gaduh. Tidak ada kerja penumpang gelap yang memanfaatkan wabah ini hanya untuk pencitraan semata. Berbagai program yang ditelurkan untuk menangani Covid-19 semata-semata hanya untuk menyelamatkan nyawa dan kesejahteraan rakyat.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Muslim lainnya