4 Jurus Santripreneur Sukses di Era New Normal

, Jurnalis
Sabtu 06 Juni 2020 07:39 WIB
Share :

Pada masa pandemik Corona seperti saat ini, seluruh umat manusia dituntut untuk mendapatkan hikmah dan rahasia di balik musibah yang telah mematikan ratusan ribu orang di dunia.

Salah satu kelompok yang merasakan dampak dari pandemik Corona adalah dunia pesantren seperti santri yang menjadi pengusaha (Santripreneur). Bagaimana santri bisa bertahan dan membangun usahanya di situasi krisis musibah corona seperti saat ini?

1. Santri harus meraih mimpi dengan Keyakinan dan Keikhlasan

Pada situasi new normal life (kenormalan baru gaya hidup) santri sebagai umat Islam harus senantiasa menanamkan jiwa keberanian membangun mimpi dengan keyakinan serta niat ikhlas.

Seperti difirmankan Allah dalam Surat Fussilat ayat 30: "Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: "Tuhan kami ialah Allah" kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: "Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu".

(Baca Juga: JK Sebut Masjid Lebih Aman ketimbang Mal dan Pasar)

Selain itu Rasululullah SAW, juga bersabda "Cita-cita itu Rahmat Allah untuk umatku". Dan dalam Hadist Qudsi lainnya ialah "Aku bergantung pada dugaan Hambaku".

Firman Allah dan sabda Nabi Agung akhir zaman umat Islam itu menjadi pengingat sekaligus tuntutan bagi seorang santriprenur, Bagaimana bisa seseorang sukses. Berangkat dari mimpi orang untuk meraih cita-citanya. Islam mengajarkan kita untuk senantiasa membangun optimisme dengan berlatar belakang mimpi memberikan manfaat dan menguatkan orang lain bukan melemahkan.

Misalnya saja santri dicekokin dengan pesan-pesan yang kurang tepat pada waktunya seperti cinta dunia adalah pokok dari segala kejahatan. Itu adalah urusan menata Hati tapi Agama memerintahkan manusia untuk menjadi manusia yang kuat baik dari segi fisik, harta, Ilmu dan yang lainnya.

Atas informasi ini, tidak bisa disalahkan hadistnya, hadist ini harus diimbangi dengan hadist yang lain bahwa mukmin yang kuat akan dicintai banyak orang, dan dicintai Allah. Cinta dunia itu wajib karena dunia menjadi perantara untuk mendapatkan kesuksesan akhirat. Bukanlah tangan di atas akan lebih baik dari pada tangan di bawah?

Bagaimana manusia bisa membantu orang lain, jika dirinya sendiri saja lemah dan tidak berdaya. Orang yang tidak berdaya akan tidak mungkin bisa menolong orang yag tidak berdaya bagi yang lain. Kenapa di pesawat sebelum kita menolong yang lain kita harus menolong diri kita sendiri dulu? inilah hikmah yang harus kita petik dan selalu kita amalkan.

Santri harus kuat, seperti selalu disampaikan Wapres Prof Dr KH Maruf Amin bahwa "Jadilah kalian ketika di taruh di laut jadi pulau dan ketika di taruh di darat jadi gunung. Santri harus kuat dan unggul dimanapun berada terlebih soal kemandirian santri harus menjadi usahwan yang handal."

(Baca Juga : 10 Nama Islami Bayi Laki-Laki Terinspirasi dari Fizi Sahabat Upin Ipin)

Dalam menjalankan setiap usaha seorang santri harus sadar bahwa membangun sebuah brand bukan perkara mudah. Modal saja tidak cukup, atau skill saja tidak cukup bahkan koneksi saja juga belum cukup. Modal kalau disertai dengan skill dan koneksi yang luas juga belum tentu membuat orang sukses. Semua itu baru urusan dorongan yang sifatnya lahiriah. Sukses itu tidak semudah membalikkan telapak tangan.

Tidak cukup nekat saja tanpa perhitungan bagi seorang pengusaha. Tapi ada banyak sesuatu yang tidak terduga yang diberikan oleh Allah bagi pengusaha karena keberkahan diberikan kepada para pengusaha. Bisa jadi karena keiklasan yang disertai dengan keyakinan akan membawa mimpinya jadi kenyataan dan menjadi pengusaha sukses.

2. Membangun kekuatan diri dengan inovasi dan kerja keras disertai ridho orangtua

Salah satu jurus kesuksesan santripreneur adalah bagaiman saat menjalankan usaha disertai disertai ridho orang tua adalah segala bisnis yang kita rintis akan berjalan lancar dna biasanya akan mendapatkan jalan pertolongan yang diluar batas akal kita.

(Baca Juga : Mualaf Daud Kim Yakin Islam Cocok Bagi Warga Korea)

Sebagai mana hadist Rasulullah bahwa "Ridho Allah tergantung pada ridha orangtua". Lalu bagaimana jika orang tuanya meninggal? Jawabannya adalah mendoakan dan beramal sholeh ditujukan pada orangtua kita.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Muslim lainnya